Mengetahui lebih Jauh Tantangan Profesi HRD di Era Disruptif
Senin, 23 April 2018 | 15:40 WIB

Seminar dan kuliah umum dengan tema “Tantangan Profesi HRD di Era Disruptif” telah diselenggarakan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata, pada hari Jumat (20/4) bertempat di ruang  536, gedung Yustinus, kampus Unika.

Hadir untuk membagikan pengalaman dalam dunia praktik HRD di perusahaan pada acara seminar dan kuliah umum tersebut yaitu Fajar Riadi Dwi Sasongko, S.Psi selaku Human Capital General Manager PT. Mekar Armada Jaya Magelang dan Rene Adrianus, S.Psi sebagai Brand Manager & Coach Sinergia Consultant, serta dikolaborasi dengan materi salah satu akademisi sekaligus dosen FEB Unika Soegijapranata Dr. Agatha Ferijani, MS., HRM.

Disruptive era adalah masa dimana penuh gangguan dengan banyaknya perubahan (Jamil Azzaini). Dan di era ini ada banyak perubahan di era industri 4.0, yang tentunya kita harus berubah tidak hanya dalam bisnis tetapi juga dalam dunia pendidikan,” terang Dr. Ferijani.

“Ada lima aspek penting yang harus diketahui di era disruptive menurut Rhenald Kasali, yaitu membuat segala sesuatu smart; produk atau jasa hasil disruptif harus mudah dijangkau oleh penggunanya; berpotensi membuat pasar baru atau semua mendapat kesempatan untuk secara terbuka (terinklusi); membuat kualitas apapun yang dihasilkan menjadi lebih baik; dan adanya penghematan banyak biaya melalui proses bisnis yang lebih simpel. Maka perlu tujuh mindset untuk menyikapi era disruptive tersebut yaitu melalui (1) kepercayaan yang tinggi dalam berinisiatif dan berkreasi dalam bekerja, (2) bermental korporat bukan birokrat, (3) bekerja tidak harus di tempat melainkan bisa dimanapun tempatnya menggunakan social media, (4) bekerja menggunakan perencanaan, strategi dan eksekusi, (5)  menyukai perubahan, (6) mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi dan (7) memaksimalkan social media,” tambahnya.

Dalam paparannya, Rene Adrianus juga menyampaikan ada tiga jenis disruptive yang kita hadapi saat ini yakni disruptive produk sejenis, disruptive karena regulasi pemerintah dan disruptive karena kesalahan atau gangguan internal perusahaan. Dan khusus untuk SDM untuk mengantisipasinya paling tidak kita harus memiliki kompetensi. “Kompetensi yaitu knowledge, skill dan attitude. Namun yang sering digunakan oleh perusahaan adalah attitude. Maka keaktifan dalam kegiatan organisasi akan berdampak pada attitude yang positif,” ungkapnya.

Sementara Fajar Riadi Dwi Sasongko menyoroti perubahan yang dilakukan oleh PT. Mekar Armada Jaya dalam menghadapi era disruptive dengan menyelaraskan kemajuan teknologi untuk membantu kinerja perusahaan.” Karyawan tidak perlu banyak namun tetap berkompeten. Dan PT Mekar Armada Jaya yang memiliki banyak anak perusahaan, juga sudah menggunakan sistem open recruitment  online, permohonan magang online, dan aplikasi meeting online,” jelasnya.

“Bagaimana menciptakan budaya supaya generasi usia karyawan yang berbeda tetap bisa menyatu,  itu adalah tantangan di perusahaan kami. Tantangan lain adalah apabila ada karyawan yang tidak mau berubah. Maka perlu mendevelop karyawan supaya kompetensinya bisa naik dan mempunyai rasa memiliki yang tinggi,”imbuhnya. (fas)

Kategori: ,