Masalah Utama di Server dan Jaringan
Rabu, 11 April 2018 | 7:57 WIB

TRB 11_04_2018 Masalah Utama di Server dan Jaringan

SAYA prihati mendengar informasi adanya sekitar 196 sekolah di Jateng menghadapi kendala dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA pada hari kedua, Selasa (10/4).

Apa yang dialami sekolah-sekolah itu besar kemungkinan bukan karena ulah perentas (hacker), tetapi lebih kepada kemampuan server serta jaringan komputer di tiap sekolah itu yang menjadi masalah utama.

Kondisi itu lebih kepada beban pada server yang cukup berat, sehingga dalam aktivitas sinkronisasi server tidak dapat dilakukan secara sempurna, atau masih menyisakan sesuatu yang belum lengkap.

Namun, bisa juga kemungkinan jaringan jalur komunikasi menuju server yang sedang padat-padatnya, sehingga pada beberapa proses sinkronisasi server ada yang terputus. Jadi, sekali lagi pokok atau inti yang menjadi sumber dari persoalan trouble dalam UNBK SMA di beberapa wilayah Jateng itu ada pada satu bahkan bisa jadi dua dari pokok masalah tersebut. Bisa karena kemampuan server, jaringan komputer, maupun kedua-duanya.

Peristiwa itu sudah cukup umum dan bisa saja terjadi dalam suatu teknologi. Itu yang agaknya perlu menjadi perhatian bersama. Perlu adanya perhatian khusus dalam kedua masalah itu. Harapannya bisa dijadikan bahan evaluasi.

Saat mengalanni kondisi seperti itu, tidak lantas menyalahkan pihak teknisi yang telah dipersiapkan tiap sekolah. Sebab, jika kaitannya server maupun jaringan komputer, cara kerjanya tidak secara manual. Sinkronisasi masuk dalam mekanisme program.

Jika itu kesalahan seorang atau beberapa teknisi, tidaklah mungkin bisa terjadi di sebagian tempat (sekolah) secara sekaligus. Lagi-lagi, itu bukan pada manusianya.

Berkaca dari masalah itu, sekiranya pihak sekolah dapat menjadikannya suatu bahan evaluasi ke depan. Langkah yang bisa segera dilakukan agar tidak terulang kembali pada pelaksanaan UNBK hari ketiga maupun keempat yakni dalam sinkronisasi server di-harapkan dilakukan pada wak-tu berbeda.

Tujuannya agar beban server tidak terlalu berat. Bagaimanapun juga kemampuan di tiap server pun berbeda-beda. Itu yang perlu dipahami seluruh pihak, khususnya pihak sekolah sebagai penyelenggara UNBK. Agar beban itu tidak terlalu berat, bisa dibuka di waktu yang telah ditentukan. Harus dienkripsi dan terbuka pada saat tiba waktunya. Hal itu sudah dipahami para teknisi komputer, sehingga problem trouble itu dapat diminimalkan.

New Analysis
Ridwan Sanjaya
Rektor, Ahli IT Unika Soegijapranata

â–ºTribun Jateng 11 April 2018 hal. 1, 11 

Kategori: