Mahasiswa Tak Bisa Lagi Titip Presensi
Rabu, 11 April 2018 | 7:25 WIB

TRB 10_04_2018 Mahasiswa Tak Bisa lagi Titip Presensi

Di penghuJung perkuliaharmya, Emilia Ninik membuka laman berisi daftar mahasiswa lewat laptop yang terhubung layar proyektor kelas, Senin (9/4). Tak lama, muncul QR Code yang dipindai mahasiswa peserta mata kuliah Akademic Writing Program Studi Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unika SoegiJapranata.

"Jika mahasiswa bersangkutan berhasil menscan barcode yang tampil di sinar proyektor, nama mereka akan muncul di samping tanda barcode tersebut. Dan di smartphone mereka muncul juga tanda berhasil," kata Emilia kepada Tribun Jateng, Senin (9/4). Menurut Emilia, ini merupakan sistem presentasi baru yang diterapkan kampus di Jalan Pawiyatan Luhur IV Nomor 1 Bendan Dhuwur, Kota Semarang, tersebut. Sepekan terakhir, dosen maupun mahasiswa menerapkan presensi berbasis barcode.

"Keuntungan bagi kami, melatih kejujuran serta kedisiplinan tiap mahasiswa. Kini, siapapun tidak bisa lagi titip presensi. Sebab, dalam penerapannya, hanya bisa dilakukan mahasiswa bersangkutan. Loginnya menggunakan nomor induk serta alamat email pribadi mereka masing-masing," tandasnya.

Menurutnya, secara teknis mudah untuk proses administrasi perkuliahan. Dosen menampilkan QR Code diakhir pertemuan pada layar, kemudian para mahasiswa tinggal menangkap barcode itu dari gadget mereka.

"Jadi sudah tidak lagi satu persatu mahasiswa dipanggil namanya atau mereka mencatatkan nama di selembar kertas. Cukup gunakan gadget mereka sebagai bukti mereka telah ikuti perkuliahan," terangnya.

Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya menuturkan, laporan kehadiran melalui QR Code tersebut juga dapat dilihat orangtua mahasiswa maupun bagian tata usaha. "Dari situ, nanti ada berita acara perkuliahan yang disimpan di server universitas. Seandainya butuh sesuatu, dokumen bisa diunduh sewaktu-waktu," Jelasnya.

Di sisi lain, lanjutnya, para mahasiswa juga dapat memantau apabila membutuhkan informasi tertentu melalui dashboard masing-masing di dalam link Unika Menyapa. "Program presentasi menggunakan QR Code tersebut merupakan program lanjutan dan sistem sentralisasi ruangan yang dapat memantau ruang perkuliahan di setiap gedung yang sedang digunakan atau kosong pada waktu tertentu," terangnya.

Jadi, lanjut Ridwan, program yang diterapkan tersebut merupakan pelengkap upaya Unika SoegiJapranata mengubah kebiasaan, khususnya dalam proses administrasi dari semula serba kertas menjadi elektronik.

â–ºTribun Jateng 10 April 2018 hal. 15 

Kategori: