Era Disruptif Perlu Data yang Lengkap
Senin, 30 April 2018 | 7:55 WIB

Era Distruptif Perlu Data yang Lengkap

Perubahan radikal yang sewaktu-waktu mengubah peta persaingan dalam berbagai bidang, dunia sangat cepat berubah, tidak mudah diprediksi, makin rumit dan seringkali multitafsir.

Menurut Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya, pandangan ini diistilahkan sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiguity) World.

“Kondisi seperti ini harus bisa diantisipasi dengan jurus VUCA, atau cara pandang yang jauh ke depan (Vision), pemahaman yang mendalam (Understanding), ketajaman dalam melihat peluang (Clarity) dan kelincahan dalam bergerak (Agility),” kata Ridwan dalam sambutan Wisuda Periode I tahun 2018, Sabtu (28/4).

Sun Tzu dalam buku Art of War menyatakan, pemahaman akan medan pertempuran akan membuat seorang Jenderal dapat mengatur strateginya tanpa harus mengorbankan banyak pihak. Data yang tidak lengkap, didasarkan pada asumsi-asumsi, bahkan dipahami secara dangkal mengakibatkan seorang jenderal tidak tenang dibandingkan dengan pemahaman yang dalam.

“Bila direfleksikan dengan kodisi saat ini, pemahaman akan peta persaingan secara lebih mendalam akan menciptakan berbagai peluang,” tambahnya.

Unika Soegijapranata kembali mengadakan wisuda periode I 2018 di ruang Auditorium Gedung Albertus. Dalam wisuda periode I tersebut, prosesi wisuda dilaksanakan dua kali dan secara keseluruhan Unika mewisuda 532 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan diploma, sarjana hingga magister.

http://www.suaramerdeka.com

Kategori: