CEO Laxita Kayana Paparkan Strategi Perangi Hoax dengan Iklan Layanan Masyarakat
Senin, 9 April 2018 | 7:46 WIB

CEO Laxita Kayana Paparkan Strategi Perangi Hoax dengan Iklan Layanan Masyarakat

Tahun 2018 adalah tahun politik dimana beberapa daerah menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sayangnya pesta demokrasi ini kerap dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan hoax, kebencian atau berita bohong demi menjatuhkan salah satu pasangan calon, ataupun membuat suasana tidak kondusif.

CEO Laxita Kayana Corp, Raditya Guntur mengatakan isu hoax, ujaran kebencian hingga SARA, sebelumnya terjadi saat Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Tidak ingin terulang, ia mengajak masyarakat untuk memerangi hoax dengan mengcounternya melalui iklan layanan masyarakat (ILM).

"ILM ini bisa digunakan untuk sosialiasi dan mencegah masyarakat termakan hoax atau berita tidak benar. Di sini peran masyarakat sangat besar untuk berperan serta menjaga keamanan dan kondusifitas tahun politik," katanya usai menjadi pembicara seminar Develop your Identity, Diversity, Equality, Attitude (IDEA) through Social Media di Kampus Unika Soegijapranata, Kamis (5/4/2018).

Pembuatan ILM saat ini sudah berkembang pesat yang dilakukan mahasiswa ataupun pelajar di Indonesia agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Media yang digunakan sendiri bisa melalui media sosial ataupun Youtube.

"Kesadaran masyarakat sekarang sudah mulai tinggi, mereka bisa memberikan pesan namun tidak muncul perdebatan demi mengantisipasi hoax," paparnya.

Menurut dia, hoax memang harus diperangi. Pasalnya berita yang tidak benar tersebut sengaja dibuat untuk menggiring opini tertentu yang merugikan salah satu pihak, bahkan sanggup memecah belah keutuhan bangsa. Selain itu masyarakat pun harus pandai-pandai mencerna informasi dengan mengecek kebenaran sebelum melakukan sharing informasi.

"Bisa jadi di cek dulu kebenenarannya, salah satunya adalah kampanye hitam dalam Pilkada," terangnya.

Terpisah, Strategic Planner Bhinaya Laxita Kreativa Brigitha Dewi, menambahkan untuk membuat ILM tidaklah sulit terutama untuk memerangi isu hoax saat Pilkada.

"Tentu harus ada ide kreatif biar mengena, dan harus ada nilai edukasi kepada masyarakat," tambahnya.

Iklan layaman masyarakat yang dibuat, lanjut dia juga harus berimbang, adil sehingga bermanfaat bagi pihak atau peserta Pilkada, bahkan remaja yang baru saja memiliki hak pilih untuk pertama kalinya.

"Untuk Pemerintah atau instansi terkait, ILM bisa dibuat bagaimana untuk menghilangkan golput dan meningkatkan kepercayaan masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya," tandasnya.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: