Berburu Sampai ke Pengadilan
Selasa, 24 April 2018 | 14:00 WIB

Juliana Susanti Gunawan, kerap dipanggil sebutan dengan Susan, mempunyai hobi mengkoleksi kain batik dan patung rohani katolik, salah satunya patung Bunda Maria. Susan sempat mengambil  S1 Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat Angkatan’ 89. Baru sesudah itu ia  memilih kuliah di Unika Soegijapranata Fakultas Pascasarjana Program Magister Hukum Kesehatan.

Alasan Susan melanjutkan S2 di Unika karena kampus tersebut yang pertama di Indonesia yang memiliki Program Magister Hukum Kesehatan (Hukes) dan tidak diragukan mutu pendidikannya yang terbukti dari pencapaian Program Hukes mendapat Akreditasi A.

“Selain, bermutu pendidikannya Hukum Kesehatan juga menjadi sorotan terkait fenomena yang terjadi dalan kasus sengketa medik yang mengakibatkan kerugian yang besar” kata Susan lewat via online. Dalam kasus sengketa medik merugikan  dari segi moril apalagi materiil bagi tenaga medik yang telah berkorban menghabiskan waktu, tenaga serta pikirannya untuk menamatkan sekolah kedokteran, mengabdi ke daerah kemudian baru diperkenankan praktik mandiri atau bekerja di Rumah Sakit. Sengketa medik tersebut bukanlah disengaja timbulnya melainkan karena ketidaktahuan seorang dokter akan hak dan kewajibannya yang diatur rambu rambu etika, disiplin dan hukum.

Dengan mengambil jurusan tersebut baru ia menyadari arti pentingnya mengetahui apa itu hukum kesehatan pada umumnya dan hukum kedokteran pada khususnya.

Wanita kelahiran 12 Januari 1971 patut di contoh oleh para mahasiwa-mahasiswa lainnya karena ia semangat sekali untuk menimba ilmu sampai lain pulau,  berhubung  berasal dari Pekanbaru, kuliah ia jalani dengan pulang pergi sekali seminggu. “Hari kamis malam saya tiba di semarang dan hari minggu pagi saya sudah sampai lagi di Pekanbaru” tutur Susan. Selain semangat dalam menjalani kuliah, hubungan Susan dengan sesama mahasiswa angkatan 24 sangatlah mesra dan harmonis, begitu juga dengan dosen dosennya. “Saya sangat salut dengan dosen dosen yang membimbing dan mendidik saya, semangat kekeluargaan, rendah hati dan pelayanan dengan kasih sangat kental terasa di lingkungan kampus. Kapan saja dimana saja saya bisa bertanya entah itu lewat whats app atau bertemu secara langsung tanpa adanya birokrasi yang njelimet” kata wanita yang memperoleh IPK 3,93.

Keprihatinan tentang sengketa medis membuat Susan menuliskan Tesis dengan judul “ANALISIS YURIDIS PELIMPAHAN WEWENANG TINDAKAN MEDIS (STUDI KASUS PUTUSAN NO.1165/PID.B/2010/PN.SDA, NO.1166/PID.B/2010/ PN.SDA,  NO.1167/PID.B/ 2010/PN.SDA.”

“Selama mengerjakan tesis ini  kasus putusan NO.1165/PID.B/2010/PN.SDA tidak terdapat dalam direktori MA, maka saya hunting di pengadilan setempat yakni pengadilan negeri Sidoarjo dan hunting mencari Penasehat Hukum (PH) Kasus Putusan tersebut, Ketua Panitera Pengadilan Sidoarjo menyambut baik kedatangan saya dan memperbolehkan saya mempelajari kasus putusan tersebut berikut semua alat alat buktinya mulai dari tingkat penyidik, kejaksaan dan pengadilan. Begitu juga dengan PH kasus tersebut sangat wellcome menerima saya di kantor pengacaranya di Sidoarjo” tutur Susan.

Menuliskan tesis ini sangat berarti terutama bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan khususnya perawat yang bekerja sebagai tim di rumah sakit. Kedua komponen utama di Rumah Sakit tersebut harus benar benar mengerti kemampuan masing masing dan wewenang tindakan medis apa saja yang boleh diberikan baik secara delegatif maupun secara mandat dan harus mengetahui standar profesi, standar prosedur operasional tindakan medis serta kebutuhan medis pasien.

Mempunyai moto  “Tiada yang mustahil bagi orang yang berusaha dan percaya kepadaNya serta bersyukur selalu dalam setiap kejadian kehidupan” Susan senantiasa berharap untuk Unika di masa mendatang agar selalu mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya dengan mengikuti kemajuan teknologi dan kemajuan budaya. “untuk para mahasiswa terutama lulusan Unika jangan pernah lupa akan petuah patron Unika Mgr.Albertus Soegijapranata : Talenta Pro Patria et Humanitate (Talenta terbaik dipersembahkan demi bangsa negara serta kemanusiaan)” tutup Susan.(Adr)

Kategori: ,