Alumni Unika Pintar-Pintar dan Aktif Organisasi
Selasa, 24 April 2018 | 17:00 WIB

Pada pelaksanaan wisuda periode I tahun 2018, Unika Soegijaranata memiliki salah satu wisudawati terbaiknya dari program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD). Wisudawati tersebut yakni bernama Agatha Irene Vania Lystia. Gadis yang akrab disapa Atha ini menyelesaikan studinya di Unika dalam waktu 4,5 tahun dan meraih IPK 3,24.

Atha yang merupakan lulusan SMA Theresiana 1 Semarang ini memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Unika berdasar saran yang ia terima dari para saudara yang telah lebih dulu mengenyam pendidikan di Unika.

“Aku kuliah di Unika karena waktu tahun 2013 saat lulus SMA aku dapat masukan dan saran dari saudara saudaraku yang pernah kuliah di Unika. Mereka pintar pintar dan sangat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Melihat keseimbangan antara pintar dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan tersebut, aku menjadi tertarik kuliah di Unika dan memutuskan untuk kuliah di Unika. Dengan adanya keseimbangan tersebut, aku berpikir kalau Unika itu bukan universitas yang membosankan atau bukan monoton tentang akademik, mahasiswa diberi kebebasan untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Selain itu di Semarang, Unika menjadi universitas yang terfavorit” ujar Atha saat sesi wawancara bersama Tim Humas Unika di Gedung Mikael Unika lantai 3 pada Senin (16/4/2018) yang lalu.

Secara lebih detail lagi, Atha memilih program studi Desain Komunikasi Visual Unika karena sesuai dengan passion dirinya sendiri yang menyukai seputar dunia kreatif.

“Banyak sekali manfaat yang kurasakan selama kuliah di DKV Unika, di DKV Unika bisa menunjuang cita citaku. Selama kuliah aku belajar banyak seperti cara membuat desain logo, membranding logo, belajar menciptakan citra positif untuk klien yang akan kita bangun. Itu semua bermanfaat untuk aku karena aku ingin bekerja di dunia kreatif”imbuh Atha.

Selanjutnya gadis dari pasangan Antonius Sunarko dan Agnes Ika ini menjelaskan bahwa untuk meraih IPK 3,24 saat lulus kuliah tersebut berawal dari keyakinannya diri sendiri terhadap semboyan yang ia miliki. Ia memiliki semboyan “Proses Tidak Akan Mengkhianati Hasilnya”.

“Jadi maksud dari semboyan tersebut yaitu bergantung pada bagaimana kita merespon proses yang kita terima, kalau kita menjalani dengan setengah-setengah tentu maka hasilnya akan setengah-setengah juga. Tetapi kalau selama proses kita melakukan dengan sepenuh hati ya hasilnya bakal maksimal, aku percaya itu, begitu juga saat aku kuliah dan menyelesaikan proyek akhirku aku begitu menikmati dan serius dalam prosesnya” ujar gadis yang hobi travelling.

            Sesuai dengan semboyan yang ia miliki, Atha tak mau bermain main dalam mengerjakan skripsinya yang berbentuk proyek akhir. Semboyan tersebut ia buktikan saat mengerjakan proyek akhir yang berjudul “Perancangan Destination Branding Kabupaten Magelang Sebagai Tujuan Wisata Melalui Strategi Komunikasi Visual”.

“Jadi dalam proyek akhirku itu aku merancang destination branding dari Kabupaten Magelang dengan output aplikasi interaktif. Dalam aplikasi tersebut, menampilkan citra apa saja sih yang menonjol dari Kabupaten Magelang, ternyata Kabupaten Magelang dikenal sebagai gudang candi terbesar di Jawa Tengah artinya banyak sekali candi ada belasan yang dimiliki Kabupaten Magelang tetapi masyarakat hanya mengetahui Candi Borobudur padahal sebenernya masih banyak lagi candi candi yang lain tetapi masyarakat tidak mengetahuinya” ungkap gadis kelahiran Semarang, 22 Januari 1995.

Dalam proses pengerjaan proyek akhir tersebut, Atha membutuhkan perjuangan berat dalam kegiatan observasinya guna mengetahui permasalahan yang mengakibatkan masyarakat belum mengetahui tentang belasan candi yang ada di Kabupaten Magelang dan guna mengetahui strategi destination branding.

“Kemarin perjuangannya ngeri banget harus bener-bener niat, aku kemarin harus mendaki bukit dulu terus menyusuri air terjun karena banyak sekali candi yang tersembunyi. Lalu aku juga harus masuk semua candi yang ada di Kabupaten Magelang agar bisa tahu strategi destination branding. Dalam waktu sebulan itu banyak sekali aku bolak-balik dari Semarang ke Magelang” terang Atha.

Meskipun banyak sekali proses perjuangan yang ia hadapi, Atha mengaku tidak merasa lelah, namun sebaliknya ia merasa menikmati proses perjuangan yang ia lakukan. Menikmati dalam artian ia berserius dan bahagia karena selain bisa mengerjakan skripsi proyek akhir, ia juga bisa sekalian refreshing dengan memasuki semua candi yang ada. Atha pun berharap proyek akhir yang telah ia kerjakan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi kaum muda yang menjadi tulang punggung penerus bangsa.  (Holy)

Kategori: ,