Visiting Professor Membahas Konsep Baru Green Accounting
Senin, 19 Maret 2018 | 8:35 WIB

Kegiatan Visiting Professor sebagai salah satu bentuk realisasi kerjasama MoU (Momerandum of Understanding) antara Unika Soegijapranata dengan University of San Carlos, Filipina telah dilaksanakan pada tanggal 10-18 Februari yang lalu.

Dalam sembilan hari kegiatan tersebut, dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata yaitu Prof. Andreas Lako (program studi akuntansi) serta Dr. Rustiana Untari (program studi manajemen) telah memberikan kuliah umum bagi para mahasiswa program S1 di Universitas San Carlos, dengan tema : “Toward Green Accounting: Issue, Theory and Application”.  Sedangkan untuk program master dan doktor, diadakan seminar dengan fokus pembahasan mengenai “Green Business dan Green Leadership”.

“Saya memberi semacam International Lecturer Series di program pascasarjana (master dan doktoral) mahasiswa San Carlos. Saya mengajar, memberikan kuliah umum, serta menjadi pembicara seminar mengenai metodologi dan penulisan karya ilmiah. Selain itu, saya juga memberikan workshop tentang strategi menulis di jurnal ilmiah serta melakukan pendampingan bagi para dosen dalam penyusunan riset,” jelas Prof. Andreas.

Konsep Baru Green Accounting

Green Accounting merupakan hal yang baru di dunia, Indonesia maupun Filipina. Sehingga mahasiswa dan para dosen sangat tertarik dengan topik tersebut,” ungkap Prof. Andreas. Green Accounting adalah konsep di mana akuntansi tidak hanya berfokus pada objek dan transaksi keuangan saja seperti yang selama ini terjadi. Namun sebagai bagian dari sistem bisnis, ekonomi, pembangunan dan sistem kehidupan manusia dalam bermasyarakat dan bernegara, akuntansi juga harus dapat berintegrasi dengan fenomena sosial dan lingkungan yang ada di sekitar.

“Green Accounting membahas bagaimana akuntansi dapat lebih ramah terhadap sistem ekonomi dan bisnis, terhadap masyarakat, dan juga pada lingkungan sebagai satu kesatuan sistem. Selama ini akuntansi diidentikkan dengan keuangan dan ekonomi saja,” ucap Prof. Andreas.

Saat ini banyak sekali kegiatan go green yang diadakan oleh masyarakat global seperti green production, green management, green bussiness. Akuntansi mendukung gerakan go green tersebut. Dalam upaya mengatasi krisis sosial, perubahan iklim serta pemanasam global seringkali dibutuhkan biaya yang tidak sedikit oleh suatu organisasi atau perusahaan.

“Green Accounting memandang biaya atau pengorbanan tersebut bukan sebagai beban, melainkan sebagai investasi untuk masa depan. Kita juga perlu mempertimbangkan manfaat apa yang akan kita dapatkan di masa depan”, terang Prof. Andreas. Tujuan akhir dari konsep Green Accounting ini adalah bagaimana akuntansi dapat memberi kontribusi dalam upaya mengatasi krisis sosial, perubahan iklim dan pemanasan global.

Perubahan ini pertama-tama harus dilakukan oleh struktur tertinggi dalam suatu organisasi, yakni pemimpin. Jika pemimpin memiliki wawasan yang luas dan kritis, maka perubahan akan terjadi di seluruh struktur organisasi. Leadership yang berubah seiring waktu akan menyebabkan orientasi perusahaan juga berubah.

Konsep ini berdasarkan kasih kepada sesama, lingkungan, dan bisnis atau organisasi itu sendiri. Ekonomi dan bisnis dapat lestari karena didukung oleh kesejahteraan masyarakat dan lingkungan yang lestari. Bisnis yang ramah tidak mengeksploitasi sumber daya alam dan masyarakat. Melainkan lebih peduli dalam merawat lingkungan dan lebih bertanggung jawab pada masyarakat. “Semakin kita peduli pada lingkungan, maka imbal balik yang didapatkan juga semakin besar, salah satunya adalah dengan meningkatnya laba perusahaan. Banyak contoh perusahaan besar mendapat imbal balik yang luar biasa ketika mereka peduli pada masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar,” tuturnya. Bantuan pada masyarakat dan lingkungan itu dapat diwujudkan dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) yang dimiliki perusahaan.

Kendala dan Tantangan

Kendala yang seringkali kita hadapi adalah ketika dunia bisnis telah merespon perkembangan jaman, begitu juga dengan pemerintah, sedangkan akuntansi masih menggunakan gaya lama konvensional yang hanya berbasis pada keuangan. Padahal pengorbanan berupa biaya yang kita lakukan tidak selalu bermakna sebagai beban. Melainkan kita juga perlu menilai manfaat apa yang akan kita dapatkan di masa depan sebagai bentuk investasi. Ini saatnya konsep baru mengenai Green Accounting perlu diterapkan, yang melihat segala sesuatu secara lebih menyeluruh dan memperhitungkan semua bidang.

Konsep Green Accounting memang menemukan beberapa tantangan. Ada beberapa perusahaan yang menolak menerapkan konsep ini, tetapi ada pula yang bergerak melampauinya karena kesadaran sendiri untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

Arah ke Depan

Prof. Andreas Lako menilai bahwa hubungan kerjasama yang dijalin antara Unika Soegijapranata dengan University of San Carlos sangat bermanfaat. “Melalui kegiatan seperti ini, para dosen mendapatkan kesempatan dan pengalaman baru yang nantinya juga dapat ditularkan kepada mahasiswa dan menginspirasi mahasiswa,” terangnya.

Ke depannya, ia berharap supaya pihak universitas juga semakin memperluas koneksi dengan para mitra serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para mahasiswa Unika untuk go international. “Bukan hanya sekedar wawasan baru, tetapi mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Sebagai ketua program studi doktor lingkungan, Prof. Andreas juga tengah menjajaki kerjasama dengan pihak University of San Carlos. “Nantinya akan ada 2 dosen dari sana yang akan menjadi pengajar di program studi pascasarjana lingkungan Unika,” jelas Prof. Andreas. Ia juga menambahkan, Unika Soegijapranata tengah merencanakan kegiatan International Conference on Business and Economy in ASEAN yang akan diselenggarakan di Semarang tahun depan.

Terakhir Prof. Lako berpesan, “Jangan takut untuk mengambil setiap kesempatan yang ada. Kesempatan itu merupakan investasi untuk masa depan. Jangan terlalu cemas dengan kendala yang akan dihadapi, seperti kendala bahasa misalnya. Kenyataannya, hal yang kita cemaskan tidak benar-benar terjadi. Selalu ada orang lain yang akan membantu kita,” tutupnya.

Di samping kegiatan tersebut, Prof. Andreas juga mengikuti serangkaian acara sebagai tamu dalam International Conference. (B.Agth)

Kategori: ,