Unika Mendekatkan Keilmuan dengan Dunia Industri
Kamis, 8 Maret 2018 | 8:13 WIB

SM 08_03_2018 Unika Mendekatkan Keilmuan dengan Dunia Industri

Mendekatkan keilmuan dengan industri menjadi program wajib yang dilakukan Unika Soegijapranata. Salah satunya mengajak mahasiswa Prodi Teknik Elektro untuk bertemu dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bandung.

Dr Briliant Adhi Prabowo, alumnus Unika Soegijapranata Program Studi Teknik Elektro yang saat ini menjabat sebagai peneliti LIPI menuturkan, kita tidak bisa bekerja sendiri, sekarang keilmuan itu melewati sekat-sekat negara.

”Contohnya sampai saat ini saya masih menjalin kerja sama dengan teman-teman dan almamater saya di Taiwan untuk transfer teknologi agar bisa menjawab kebutuhan negara kita di bidang biosensor bagi kepentingan pengembangan rumah sakit dan dokter dalam mendeteksi penyakit, ” paparnya Rabu (7/3).

Ia menceritakan, kembali awal kariernya setelah lulus dari Unika tahun 2005. Setelah menyelesaikan studi di Teknik Elektro Unika, ia sempat bekerja di TV swasta selama 2 tahun dan pindah ke LIPI awal tahun 2008.

Selanjutnya pada tahun 2010, Briliant menempuh studilanjut S- 2 dengan fasilitas beasiswa di Taiwan Master, Computational Microelectronics, Industrial Technology R&D in Semiconductor Engineering, Asia University.

”Saya lantas melanjutkan ke program Doctoral, pada Department of Electronics, Chang Gung University juga di Taiwan,’’ tuturnya. Buah dari perjuangannya dalam mendalami ilmu telah menjadikannya peneliti di LIPI yang banyak bersentuhan dengan kebutuhan kesehatan manusia.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya artikel dan hasil penelitiannya yang bertajuk Biosensor, biomedical device, optoelectronics; Computational microelectronics, TCAD engineering; Semiconductor Technology, AlGaN/GaN HEMT, LDMOS, BJT, LAD, Reliability power devices dan lainnya. Sebagai alumnus Unika sekaligus peneliti di LIPI, ia banyak menekuni bidang-bidang Biosensor.

Ia menekankan bahwa menjadi alumni Unika jangan minder, dan gunakan kesempatan untuk mencari beasiswa untuk lanjut S-2 dan itu banyak sekali ditawarkan di Taiwan, Jepang dan Korea, yang menawarkan beasiswa gratis.

Jangan takut, karena dengan begitu kita bisa bersaing dikancah nasional maupun internasional. ’’Bagaimanapun pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi tanggung jawab kita bersama, utamanya kita yang masih muda untuk tampil ke depan,’’tegasnya.

Sementara itu Ketua Program Studi Teknik Elektro Dr Ir Fl Budi Setiawan, mengatakan, ia turut mendampingi para mahasiswa dalam praktik Kuliah Kerja Lapangan 2018 (KKL), merupakan kegiatan yang mendekatkan keilmuan dengan dunia industri yang telah diprogramkan dan wajib diikuti oleh mahasiswa Teknik Elektro Unika.

Sekaligus menjawab tantangan pasar kerja dan tidak berhenti belajar di S1, tetapi berprestasi sesuai dengan keilmuan dan studi lanjut dijenjang yang lebih tinggi sampai diprogram doktoral.

►Suara Merdeka 8 Maret 2018 hal 24, http://www.suaramerdeka.com

Kategori: ,