Tenaga Pendidik Dilatih Padamkan Kobaran Api
Selasa, 13 Maret 2018 | 14:41 WIB

WWS 10_03_2018 Tenaga Pendidik Dilatih Padamkan Kobaran Api

Untuk mengantisipasi munculnya resiko bencana kebakaran di lingkungan kampus, Biro Administrasi Umum (BAU) Uni ka Soegijapranata bekerja sama dengan CV Tugu Mas menggelar pelatihan penanganan pemadaman kebakaran (damkar) di lingkungan kampus tersebut, Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur Semarang, kemarin.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari tenaga kependidikan, laboran dan Satpam Unika Soegijapranata. “Pelatihan damkar ini men jadi kegiatan tahunan yang kita gelar, dengan menghadirkan trainer yang berkompeten di bidang masing-masing. Harapannya, dengan pelatihan ini, kita bisa mencegah hal-hal yang men jadi penyebab hingga me lakukan tindakan ketika terjadi kebakaran,”papar Kepala Biro Administrasi Umum Unika Soegijapranata, Yuliana Sri Wulandari.

Pelatihan ini dilaksanakan oleh trainer dari CV Tugu Mas, perusahaan yang memasok refill alat pemadam kebakaran.

“Jadi alat pemadam itu ada tanggal kadaluwarsa dan harus diganti, atau diisi ulang. Jadi daripada kita buang percuma, kita sekaligus mengadakan pelatihan pe na nganan damkar. Dalam pe latihan tersebut, masing-masing peserta dapat praktek langsung menggunakan alat pemadam yang akan direfill Tersebut,”jelasnya.

Pelajari
Sementara salah satu peserta, Eko Budiyanto ketika ditanya tentang kesannya selama mengikuti pelatihan mengungkapkan antusiasnya pada kegiatan pelatihan tersebut, “Saya baru pertama kali ikut pelatihan ini, dan merasa agak was-was pada awalnya ketika praktek, namun dengan pendampingan dari trainer serta arahannya secara langsung, maka kekhawatiran yang muncul jadi sirna,“ terangnya.

Dirinya mengaku senang karena mendapat pengetahuan baru, sehingga apabila ada bencana kebakaran dimanapun entah di kampus atau lingkungan rumah, dirinya bisa ikut membantu menangani pemadaman pada tahap awal.

“Beberapa hal yang harus kita pahami, ketika kita menghadapi kebakaran yakni jangan panik, kemudian memisahkan atau menjauhkan bahan atau benda-benda yang dapat terbakar dari sumber api. Selanjutnya memahami arah api, artinya jika arah api itu ke selatan maka penanganannya harus dari utara, jadi berlawan arah sehingga arah api tidak ke kita,” terangnya.

Ilmu lain yang didapat yakni, untuk pemadaman api secara darurat bisa menggunakan kain, handuk atau karung yang dibasahi, kemudian ditutupkan pada titik api atau sumber api.

“Kemudian apabila ada alat pemadam kebakaran, gunakan alat pemadam tersebut. Penting untuk memperhatikan arah angin, sehingga penyemprotan dilakukan searah dengan arah angin menuju titik api. Jika berlawanan, justru akan tertiup angin dan tidak mengarah ke sumber api,” pungkasnya.

►Wawasan 10 Maret 2018

Kategori: