Tangani Kebakaran, Ini yang Harus Dilakukan
Kamis, 8 Maret 2018 | 9:30 WIB

Dalam rangka mengantisipasi munculnya resiko bencana kebakaran di lingkungan kampus Unika, maka Biro Administrasi Umum (BAU) Unika Soegijapranata bekerja sama dengan CV. Tugu Mas mengadakan  Pelatihan Penanganan Pemadaman Kebakaran (Damkar) di lingkungan kampus Unika Soegijapranata, pada hari Kamis (1/3), bertempat di halaman kapel Ignatius.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari tenaga kependidikan, laboran dan satpam Unika Soegijapranata.

Kepala Biro Administrasi Umum Unika Soegijapranata, Yuliana Sri Wulandari, SE menyatakan bahwa pelaksanaan pelatihan Damkar adalah kegiatan yang memang sudah rutin dilakukan setahun sekali,” Pelatihan ini dilaksanakan oleh trainer dari CV. Tugu Mas selaku perusahaan yang memasok refill alat pemadam kebakaran yang kita gunakan. Artinya tatkala alat pemadam tersebut sudah kadaluwarsa dan sudah saatnya harus diisi ulang, maka isi alat pemadam tersebut kita buang dengan sekaligus mengadakan pelatihan penanganan Damkar, sehingga dalam pelatihan tersebut masing-masing peserta dapat praktek langsung menggunakan alat pemadam yang akan direfill tersebut,”jelasnya.

Pelajari Cara Tangani Kebakaran

Sementara salah satu peserta, Eko Budiyanto ketika ditanya tentang kesannya selama mengikuti pelatihan mengungkapkan antusiasnya pada kegiatan pelatihan tersebut, “ Saya baru pertama kali ikut pelatihan ini, dan merasa agak was-was pada awalnya ketika praktek, namun dengan pendampingan dari trainer serta arahannya secara langsung, maka kekhawatiran yang muncul jadi sirna, dan justru senang karena mendapat pengetahuan baru sehingga apabila ada bencana kebakaran dimanapun entah di kampus atau di kampung, sepanjang kita ada disekitarnya kita bisa membantu menangani pemadaman,” ungkapnya.

“Beberapa hal yang harus kita pahami, ketika kita menghadapi kebakaran adalah (1) jangan panik, (2) memisahkan atau menjauhkan bahan atau benda-benda yang dapat terbakar dari sumber api, (3) memahami arah api, artinya jika arah api itu ke selatan maka penanganannya harus dari utara, (4) untuk pemadaman api secara darurat  bisa menggunakan kain, handuk atau karung yang dibasahi, kemudian ditutupkan pada titik api atau sumber api, (5) apabila ada alat pemadam, gunakan alat pemadam tersebut untuk memadamkan sumber api dengan tetap memperhatikan arah angin (penyemprotan harus dilakukan searah dengan arah angin menuju titik api),” imbuhnya. (Fas)

Kategori: ,