Spesial dalam Kurikulum Dan Kekeluargaan
Selasa, 20 Maret 2018 | 10:04 WIB

Pada tanggal 1 Maret 2018, seorang wanita cantik kelahiran Klaten, 26 September 1990 resmi menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Widawati Hapsari, S.Psi, M.Si kini menjadi salah satu dosen pengajar di Fakultas Psikologi. Wida, begitu ia akrab disapa menceritakan awal mula kenapa ia memilih untuk berkuliah di Fakultas Psikologi.

“Karena aku suka manusia, liat perilaku manusia. Perilaku manusia kan menarik ya, kenapa dia seperti itu, pasti ada sebab-sebabnya. Nah aku belajar itu semua di Psikologi. Sebenernya waktu itu aku ngambil S2 Magister Sains karena lebih mengarah pada penelitian dan aku tertarik mengembangkan penelitian di Psikologi,” tutur Wida.

Wida menyelesaikan pendidikannya Strata 1 (S1) di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Strata 2 (S2) Magister Sains mayor Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) di Universitas Indonesia (UI), Depok. Ketika ditanya soal motto hidup yang ia miliki, Wida menerangkan jika ia tidak memiliki motto hidup. Menurutnya, hal penting adalah untuk menjalani segala hal dalam hidup ini dengan sebaik mungkin. Ketika kita melakukan suatu hal tidak dengan sepenuh hati, maka pekerjaan atau hal apapun terasa berat untuk dilakukan.

“Waktu aku masih S1, aku sering ikut kegiatan organisasi. Lalu setelah itu aku  kepikiran, kok organisasi itu kayaknya seneng ya, menyenangkan, bisa berinteraksi, kita merasa dibutuhkan. Abis itu aku ngambil S2 Sains PIO, aku diajarin hal-hal yang lebih mengarah ke penelitian. Penelitian itu didasari oleh teori-teori dan nanti aku mengembangkan teori baru. Nah jadi aku seneng banget di situ. Kalo Magister Profesi Psikologi itu kan lebih ke intervensi, intervensi kan spesifik. Aku punya rasa penasaran dan ingin tahu, jadi kalo spesifik kesan nya jadi sempit dan terbatas. Karena itu aku memilih mengambil Magister Sains,” cerita Wida tentang pengalamannnya berkuliah saat menempuh studi S1 maupun S2.

Wida memiliki kelompok angkatannya saat menempuh studi S2, dimana beberapa di antaranya berprofesi sebagai dosen. Menurutnya, profesi sebagai seorang dosen adalah profesi yang menyenangkan karena seorang dosen dapat melakukan penelitian dan pengabdian dalam satu waktu. Ketika Wida diberitahu tentang adanya lowongan pekerjaan di Unika, ia mencoba melamar menjadi seorang dosen.

“Aku pernah liat kurikulum Unika. Kalo untuk bidang PIO, apa yang dipelajari di Fakultas Psikologi Unika sangat spesifik dan spesial, materi yang tidak bisa aku temui di mana pun,” cerita Wida mengenai alasannya memutuskan mendaftar di Unika Soegijapranata Semarang.

Selama kurang lebih 2 minggu menjadi dosen di Fakultas Psikologi, Wida merasa kekeluargaan yang ada di Fakultas Psikologi begitu kental dan semua orang di Fakultas Psikologi sangat bersahabat, suasana ini tidak pernah ia temui di fakultas lain. Mata kuliah yang diampu oleh Wida di Fakultas Psikologi adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia, Metode Penelitian Kuantitatif, dan Rancangan Pelatihan. Ia sempat merasa deg-degan ketika membayangkan harus bersikap di depan sebagai dosen, yang memberi materi kepada mahasiswa. Tetapi pada akhirnya, ia merasa seperti sedang berkuliah dan melakukan presentasi.

Pesan dari Wida untuk mahasiswa, jangan pernah menunda tugas. Kalo ada tugas yang ditunda, kita malah tidak bisa mengerjakannya secara maksimal. Hal ini yang selalu ia tekankan pada dirinya sendiri selama menempuh studi dari S1 hingga S2. Selamat datang bu Wida! (SF)

Kategori: ,