Serukan perdamaian Palestina lewat coretan di atas 100 kanvas
Kamis, 22 Maret 2018 | 9:01 WIB

image

Pameran lukisan bertema Perdamaian Palestina akan diadakan di Gedung Pastoran, Unika Soegijapranata, Pawiyatan Luhur, Semarang. Pameran yang diikuti 48 perupa dengan 100 karya tersebut akan digelar mulai 21-25 Maret 2018.

Kepala Reksa Pastoral Unika Soegijapranata, Romo Aloysius Budi Purnomo mengatakan seluruh karya yang dipamerkan bertema Palestina. "Tapi kami tidak menggambarkan kekerasan dan pornografi. Kami semua ingin kedamaian Palestina," ujarnya, Selasa (20/3).

Romo Budi mengatakan sebelum pameran dibuka, lukisan berbahan serbuk kopi karya MA Sutikno, seniman asal Gedongsongo Ambarawa, diminati Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Pasalnya, sang pelukis membuat guratan tubuh Presiden Joko Widodo dengan memegang sebuah tokoh pewayangan.

"Ketika kami akan menyelenggarakan pameran lukisan bertajuk Perdamaian Palestina, salah satu karya milik Sutikno bergambar Presiden Jokowi sedang membawa wayang ternyata terdengar sampai ke telinga Pak Tjahjo Kumolo. Beliau tertarik karena lukisannya dibuat dari kopi. Karena tidak sabar menunggu sampai acara selesai, akhirnya beliau membelinya," kata Romo Budi.

Ia mengaku bangga ada sebuah lukisan yang terjual sebelum pameran dimulai. Semula, Romo Budi mengungkapkan Sutikno sengaja membawa beberapa lukisannya untuk dipajang di Pastoran.

Lukisan lainnya karya Sutikno yakni bergambar wajah Romo Budi dengan rambut gondrong menjuntai serta karya-karya lainnya. "Tapi karena sudah diminati, ya sudah lukisan Jokowi direlakan terjual seharga Rp 25 juta," terangnya.

Romo Budi sendiri menyumbang dua lukisan bendera Palestina yang berdampingan dengan Sang Saka Merah Putih. "Banyak pelukis ternama yang akan tampil nanti," tuturnya.

Romo Budi memilih tajuk pameran Perdamaian Palestina untuk menujukkan bahwa Gereja Katolik juga mendukung penuh kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.

Dalam pembukaan pameran, Romo Budi memastikan sejumlah tamu undangan yang hadir Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Uskup Agung Monsinyur Robertus Rubiyatmoko, Oei Hong Djien kurator sekaligus kolektor lukisan kondang asal Magelang.

Bahkan, pria yang akrab disapa OHD itu akan mendapat gelar Empu Seni Rupa atas jasanya memajukan seni rupa Indonesia. "OHD saat membuka pameran nanti diberi gelar Empu Seni Rupa. Sebab, banyak karya lukis yang tersimpan di gudangnya, dan bernilai jual tinggi ketika berada di tangannya. Museumnya pun dihadiri kolektor dari 40 negara. Kehadiran OHD sebuah hal istimewa bagi kami," katanya.

https://www.merdeka.com

Kategori: