Selama Lima Hari di Desa Tajuk, Ratusan Mahasiswa Unika Soegijapranata Abaikan Gadget
Jumat, 2 Maret 2018 | 7:52 WIB

TRB 1_03_2018 Selama Lima Hari di Desa Tajuk, Ratusan Mahasiswa Unika Soegijapranata Abaikan Gadget

Mulai hari ini, Kamis (1/3/2018), sekitar 252 mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata Semarang, tinggal sementara di Desa Tajuk Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Hadirnya ratusan mahasiswa dan tinggal hingga Senin (5/3/2018) mendatang itu, untuk menjalankan program ‘Live In’ yang dimaksudkan guna pembentukan kemampuan maupun talenta mahasiswa saat mereka terjun langsung di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Live In 2018 FAD Unika Soegijapranata Andreas Wijaya Prasetia mengutarakan, dalam kegiatan itu, mereka mengambil tema Sami Remen. Maksudnya yakni cinta dan solid terhadap FAD. Dari kekompakan itu kemudian diimplementasikan untuk masyarakat.

“Ada beberapa program yang kami lakukan selama Live In. Di antaranya membangun komunikasi dan kepekaan terhadap masyarakat oleh mahasiswa tanpa menggunakan gadget (gawai) ataupun alat elektronik lainnya,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (1/3/2018).

Artinya, selama kegiatan kami bakal lebih banyak berkomunikasi secara langsung dan selama sekitar empat hari ke depan mengabaikan penggunaan gadget masing-masing. Selain itu juga ada outbond bersama.

“Lalu membangun kegiatan keagamaan bersama masyarakat sekitar karena di daerah live in ini ada yang menarik. Masing-masing agama memiliki tempat ibadahnya. Itu pula yang menjadi alasan kami, pilih Desa Tajuk sebagai kegiatan Live In,” tambah Prasetia.

Terpisah, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FAD Unika Soegijaprata Christian Moniaga menyampaikan, itu program yang secara umum tujuannya untuk membekali para mahasiswa baru angkatan 2017 tentang arti nilai kemanusiaan.

“Harapannya, dari kegiatan itu, mereka bisa semakin saling mengilhami nilai-nilai kemanusiaan khususnya kehidupan dalam keluarga yang nanti akan mereka tempati. Dan tidak kalah pentingnya yakni bersosialisasi dengan masyarakat secara langsung, tanpa menggunakan media pelantara apapun,” tandasnya.

http://jateng.tribunnews.com

Kategori: