Prodi Arsitektur Kompetisikan Karya Arsitektur Mahasiswanya
Kamis, 15 Maret 2018 | 16:44 WIB

Program studi Arsitektur Unika Soegijapranata kembali mengadakan kegiatan Best of Studio (BOS) yang merupakan acara yang diselenggarakan sekali setiap setahun. Pada tahun ini, acara dibagi menjadi dua hari yakni pada Rabu (14/3) dan Kamis (15/3) yang bertempat di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas. Sebelumnya pada hari Senin (12/3) dan Selasa (13/3) telah diadakan penilaian secara internal yang dilakukan oleh dosen dari program studi arsitektur.

Acara pada hari pertama diisi dengan kegiatan presentasi dari para peserta Best of Studio yang masuk ke dalam nominasi pertama serta apresiasi untuk para peserta yang masuk ke dalam nominasi 3 besar dari setiap kategori Best of Studio. Sedikit berbeda dari BOS pada tahun sebelumnya, di mana presentasi dilakukan oleh setiap peserta yang masuk ke dalam nominasi 1,2, dan 3. Terdapat 7 kategori BOS yang merupakan representasi dari ilmu yang dipelajari pada tiap tingkat semester, di mana pada tiap tingkat Studio Perancangan Arsitektur (SPA) menekankan fokus yang berbeda-beda.

“SPA 1 lebih menekankan pada fungsi ruang, SPA 2 lebih menekankan pada bentuk bangunan komersil seperti bakery dan souvenir shop, kemudian pada SPA 3 fokus diutamakan pada desain bangunan dua lantai. Sedangkan SPA 4 lebih berfokus pada desain galeri, SPA 5 menekankan pada desain hotel dan SPA 6 berfokus pada fungsi lebar seperti desain bandara. Dan pada SPA 7 lebih banyak berfokus pada desain bangunan yang meliputi kompleks wilayah yang cukup luas, seperti kawasan bangunan pasar,” ungkap Aglie Karzeinda Julian selaku ketua panitia. Terdapat tiga kriteria yang menjadi fokus penilaian dari para peserta BOS yakni mengenai estetika, fungsi bangunan, serta struktur visible suatu bangunan.

Selain presentasi Best of Studio, terdapat pula external examination yang diperuntukkan bagi Proyek Akhir Arsitektur (PAA) mahasiswa semester 8 program studi arsitektur. Gustav Anandhita,ST.,M.Ars salah satu dosen arsitektur yang hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan inspirasi dari tiap angkatan. Sehingga diharapkan kualitas mahasiswa arsitektur semakin hari dapat menjadi semakin baik.

“Melalui ajang ini, tiap angkatan dapat saling sharing atau berbagi ide dan mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapatkan. Dengan adanya kegiatan seperti ini pula, angkatan yang baru bisa memiliki gambaran mengenai apa yang akan mereka dapatkan pada tahap selanjutnya,” ungkap Gustav.

Selain sebagai sarana berbagi ilmu, Best of Studio juga berperan sebagai sarana upgrading info bagi mahasiswa arsitektur Unika Soegijapranata. Sebab serangkaian acara Best of Studio tidak hanya diikuti oleh mahasiswa saja, melainkan juga dilengkapi dengan seminar oleh pembicara yang berasal dari alumni, stakeholders, dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Dengan demikian, diharapkan mahasiswa arsitektur Unika dapat semakin siap dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada.

Acara Best of Studio akan dilanjutkan dengan sesi seminar serta external examination atau penilaian karya Best of Studio yang dilakukan oleh 3 juri dari luar pada hari Kamis (15/3). (B.Agth)

Kategori: ,