Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Difabel Di Kota Semarang
Kamis, 29 Maret 2018 | 8:10 WIB

Rabu (28/3) Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata (KMTS) menyelenggarakan Talkshow yang bertema  ” Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Difabel Di Perkotaan” di Gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata

Junario Vito A selaku Ketua talkshow menyatakan, tujuan dari talk show ini “Di kota-kota yang ada di Indonesia fasilitas untuk difabel masih kurang diperhatikan. Mungkin ada beberapa fasilitas untuk difabel tetapi belum bisa digunakan secara tepat, penggunanya justru non difabel. Maka dari itu kami membuat talkshow ini untuk menjembatani difabel dengan kita dan juga pemerintah agar fasilitas untuk difabel lebih diperhatikan lagi khususnya di Kota Semarang ini,” ujarnya dalam kata sambutannya.

Talkshow yang diikuti oleh mahasiswa Unika Soegijapranata dan Undip Semarang menghadirkan empat narasumber  yaitu Suparjianto selaku Kepala Bidang Rekayasa Teknis DPU Kota Semarang yang mewakili wali kota Semarang, Hendrar Prihadi, S.E , M.M. yang berhalangan hadir, lalu Indriastjario, M.Eng., IAI yang merupakan Perwakilan IAI Jawa Tengah, selanjutnya Ir. Drs. Djoko Setijowarno, MT salah satu Dosen FT Unika Soegijapranata, dan Didik Sugiyanto sebagai Ketua Komunitas Sahabat Difabel. Bertindak sebagai moderator adalah Yohanna Ariesta, yang juga merupakan salah satu mahasiswi Teknik Sipil dari Unika Soegijapranata.

Dalam paparannya, Didik Sugiyanto selaku Ketua Komunitas Sahabat Difabel mengawali  pembicaraan dengan menjelaskan definisi difabel untuk mengedukasi peserta talkshow, “Yang disebut difabel adalah kita atau orang yang mengalami suatu keterbatasan secara fisik, mental,  intelektual ataupun sensorik dalam beraktivitas bersosialisasi dengan masyarakat sehingga membutuhkan alat bantu untuk dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat umum yang lain”.

Sementara itu Suparjianto selaku Kepala Bidang Rekayasa Teknis DPU Kota Semarang juga menjelaskan tentang sistem informasi berbasis Mobile dan Web untuk meningkatkan kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, yang perlu diketahui oleh masyarakat. “Untuk kota Semarang sendiri sedang melakukan program-program untuk membantu Difabel maupun non Difabel yaitu dengan menampung keluhan serta saran-saran tentang sarana dan prasarana yang ada di kota Semarang dengan aplikasi yang bernama “Smart Infrastruktur Pekerjaan Umum Kota Semarang” yang akan launching sebelum ulang tahun kota Semarang, Pemerintah kota Semarang sendiri sedang melakukan pencabutan tiang-tiang yang ada di trotoar agar pengguna trotoar lebih nyaman,” ungkapnya.

Indriastjario, M.Eng., IAI mengajak kita semua untuk bersama-sama membangun infrastruktur yang lebih baik lagi agar kita lebih memperhatikan kaum difabel. Khusus nya bagi lulusan arsitektur agar tidak hanya memperhatikan nilai estetika melainkan juga nilai fungsi dari perencanaan infrastruktur itu sendiri.

Dalam talkshow tersebut Drs. Djoko Setijowarno, MT menyampaikan harapan melalui talkshow ini, “Saya berharap mahasiswa jurusan teknik mendapatkan wawasan agar dapat mengelola dan membangun infrastuktur dengan memperhatikan manfaat tidak hanya bagi mereka yang sehat sacara fisik melainkan juga bagi mereka yang tergolong dalam kaum Difabel.”

“Pemerintah harus lebih keras dalam menindak lanjuti penyalahgunaan sarana dan prasarana yang diperuntukkan bagi kaum Difabel, serta menjaga konsistensi dalam menerapkan aturan-aturan tersebut” ujar salah tamu undangan yang termasuk dalam kaum difabel. (Han)

Kategori: ,