“Live In” Membentuk Kemampuan dan Talenta Mahasiswa
Jumat, 2 Maret 2018 | 17:27 WIB

sm 02_03_2018 Live In Membentuk kemampuan dan Talenta Mahasiswa

Kegiatan Live In, diharapkan dapat membentuk kemampuan dan talenta mahasiswa. ”Kehadiran para mahasiswa adalah dalam rangka Live In di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang ini untuk membentuk dan menemukan kemampuan serta talenta para mahasiswa supaya bisa  dikembangkan di tengah masyarakat, terutama di lingkungan Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata,” tutur Andreas Wijaya Prasetia Ketua Panitia Live In FAD 2018, Kamis (1/3).

Sebanyak 252 mahasiswa Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata angkatan 2017 mulai Kamis (1/3) hingga Senin (5/3) hadir di tengah masyarakat Desa Tajuk.

Menurutnya, Live In yang dilakukan kali ini bertema ”Sami Remen” yang artinya cinta dan solid terhadap FAD serta saling mengikat antara satu dan yang lain. Keselarasan antar mahasiswa menjadi harapan kami supaya mahasiswa Prodi DKV dan Arsitektur bisa selaras dengan yang lain.

”Ada beberapa program kegiatan yang akan kami lakukan selama Live In, antara lain membangun komunikasi dan kepekaan kepada masyarakat tanpa menggunakan ponsel atau alat elektronik lainnya, outbound bersama dan membangun kegiatan keagamaan bersama masyarakat sekitar karena di desa itu setiap agama memiliki tempat ibadah masing-masing,” kata Prasetia.

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FAD Unika Christian Moniaga menyampaikan pesannya kepada panitia Live In untuk membekali para mahasiswa baru angkatan 2017 agar semakin mengilhami nilai-nilai kemanusiaan, khususnya kehidupan dalam keluarga yang nanti akan mereka tempati.

”Saya berharap panitia Live In ini bisa mengemas acara supaya FAD lebih dicintai oleh mahasiswanya tanpa identitas prodinya. Demikian juga dalam hal kegiatan, para mahasiswa di tempat Live In kami harap betul-betul bisa menghindari penggunaan gadget (gawai) supaya bisa total dalam mengilhami dan bersosialisasi dengan masyarakat yang memang dalam kesehariannya minim penggunaan gawai,” harapnya.

►Suara Merdeka 2 Maret 2018

Kategori: