KKU Wujud Konkret Bakti Unika Kepada Bangsa dan Negara
Kamis, 22 Maret 2018 | 9:10 WIB

Sebagai kampus yang dikenal dengan tagline Talenta Pro Patria et Humanitate, Unika selalu berusaha memberikan talentanya kepada bangsa dan negara sebagai wujud baktinya. Salah satu tindakan konkret dari perwujudan tagline tersebut adalah kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU) Periode II tahun akademik 2017/2018, yang akan dijalani selama dua setengah bulan terhitung mulai akhir bulan Maret hingga Juni 2018.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (Ka.P3M) Unika Soegijapranata, Rudy Elyadi, SE., MM menyebutkan bahwa pengabdian yang dilakukan oleh Unika kepada Masyarakat diejawantahkan melalui Program KKU,

“KKU ini sebagai alternatif pilihan bagi mahasiswa yang ingin mengabdi kepada masyarakat dalam pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang sasarannya adalah beberapa wilayah di Kota Semarang. Untuk Tahun ini terdapat 316 mahasiswa yang mengikuti program KKU serta akan disebar ke 7 wilayah, diantaranya Kelurahan Kemijen, Sambiroto, Tambak Mulyo, Kandri, Gisikdrono, LPUBTN (Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani Nelayan), serta Kuncup Melati,” ungkap Rudi.

Setiap wilayah tersebut terdiri dari beberapa kelompok diantaranya Kelurahan Kandri terdapat 6 kelompok, Kelurahan Kemijen terdapat 5 kelompok, Wilayah Sambiroto terdapat 5 kelompok, Wilayah LPUBTN ada 10 kelompok, kelurahan Tanjung Mas ada 6 kelompok, Daerah Gisikdrono terdapat 16 kelompok serta Yayasan Kuncup Melati terdapat 5 kelompok, setiap kelompok yang ada terdiri dari 5-6 mahasiswa serta setiap kelompok akan melayani 2 mitra. Memang ada beberapa wilayah yang sama menjadi tempat KKU,namun untuk mitra yang sebelumnya sudah didampingi akan dievaluasi lagi apabila masih membutuhkan kami tempatkan lagi.

Sebelum terjun ke Lapangan, peserta diberikan pembekalan selama 2 hari yaitu Rabu (21/3) dan Kamis (22/3) di Auditorium Gedung Albertus guna mempersiapkan mahasiswa ketika mendampingi UMKM tersebut.

Pelatihan yang diberikan diantaranya pengetahuan dan manfaat KKU, sistem penyusunan laporan yang harus dipenuhi  serta aturan mainnya, kiat meningkatkan inovasi usaha, pengenalan dan permasalahan mengenai usaha mikro, serta yang tak kalah penting adalah team building.

“Mahasiswa yang terpecah dalam beberapa kelompok pastilah berasal dari interdisiplin ilmu dan tidak saling mengenal. Kami mengajak Sunrice Psikologi untuk membuat sesi team building, agar mereka saling mengenal satu sama lain serta dapat bekerjasama dalam satu kelompok” tutur Rudy.

Rencananya Peserta KKU akan dilepas secara simbolis oleh Istri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Krisseptiana atau akrab dipanggil Ibu Tia,  pada Senin (26/3) di Lapangan Albertus Unika Soegijapranata dan selanjutnya peserta akan melakukan observasi serta kegiatan one day kepada mitra binaan. (Ign)

Kategori: ,