Keberanian Menjunjung Perdamaian
Kamis, 22 Maret 2018 | 8:46 WIB

image

GAJAHMUNGKUR– Romo Aloysius Budi Purnomo Pr bersama pelukis dan pematung, MA Sutikno berada di barisan depan rombongan pawai pembukaan pameran seni rupa bertajuk ”Perdamaian Palestina, Kerukunan Kita”. Megaphone digenggam Romo Budi yang mulai berjalan dari kompleks Pastoran Johar Wurlirang (Johannes Maria Duwur Kaligarang) Unika Soegijapranata, Gg Kampung Asri, Jl Pawiyatan Luhur IV-1, Bendan Duwur, Rabu (21/3).

Sepanjang jalan, Romo yang dikenal mahir meniup saksofon ini berorasi tentang keberanian menjunjung perdamaian. Pawai diikuti tokoh agama, perupa, seniman tradisional, pelajar dari TK, SD, hingga mahasiswa.

Mereka berjalan dari kompleks Pastoran Johar Wurlirang ke Jalan Pawiyatan Luhur. Kemudian masuk kompleks Kampus Unika Soegijapranata. Di beberapa pemberhentian, tari sufi, drumband, dan kesenian tradisional tampil. Bendera Negara Palestina dan beberapa lukisan yang dipamerkan dibawa oleh peserta pawai.

Rombongan lalu kembali ke kompleks pastoran, yang dilanjutkan pentas seni. ”Pameran ini digelar oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS) bekerja sama dengan Universitas Katolik Soegijapranata, Komunitas Seniman Lukis Sanggar Gedongsongo Ungaran, serta Omah Seni Mbah Semar Ambarawa. Kami gelar hingga 25 Maret,” kata Romo Budi.

Ketua Pameran, MA Sutikno mengatakan, selama pameran berlangsung digelar pentas seni. Termasuk 30 sketser dari Komunitas arsiSKETur Semarang membuat instalasi berjudul ”Membangun Perdamaian dan Kerukunan”. ”Kami berharap, perdamaian semakin nyata,” terangnya.

Rektor Unika Soegijapranata, F Ridwan Sanjaya menuturkan, kehadiran Romo Budi memberi warna bagi Unika Soegijapranata. Banyak warna yang hadir, dari agama, budaya, hingga kesenian. ”Unika dari dulu mencoba menjadi ruang bagi banyak talenta. Sesuai dengan slogan kami, ‘Talenta Pro Patria et Humanitate’. Talenta bukan untuk disembunyikan, tetapi berguna bagi tanah ari dan kemanusiaan,” ucap Ridwan.

Perekat

Bagi Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol zCondro Kirono, tema pameran yang diusung tepat dengan situasi saat ini. Masyarakat membutuhkan rekat dan bertemunya berbagai komunitas, unsur, juga pemeluk agama. Ide perdamaian yang diusung melalui kesenian bisa mencairkan suasana. ”Seni itu membaurkan, menciptakan kedamaian. Acar ini semakin merekatkan harmonisasi masyarakat dalam kebinekaan,” ujar Condro.

Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko memandang semua manusia mengharapkan, menghendaki, menginginkan rasa damai dalam hati dan kehidupan bersama. Hal itu menjadi keprihatinan bersama saat melihat kedamaian dicederai dengan pertengkaran. ”Saat ini cita-cita kami menciptakan inklusifitas supaya membaru dari lintas agama, budaya, negara untuk berupaya mencapai peradaban kasih di bumi Indonesia. Supaya kita tidak menjadi kelompok yang terkotak. Srawung dan bergaul bersama adalah tuntutan tidak bisa ditawar. Pameran ini menjadi pintu masuk mewujudkan cita-cita. Seni itu universal, siapa pun bisa tersentuh dan tergerak,” ungkap Robertus.

Kurator pameran, Donny Danardono mencatat sekitar 100 lukisan yang dipamerkan adalah simbol kecemasan dan harapan. Bermacam aliran dan gaya sapuan kuas hendak menyiratkan simbolik perdamaian Palestina dan dunia. ”Perupa banyak menggunakan simbol atau tanda seperti tempat ibadah, pakaian keagamaan, seperti hijab dan kerudung suster, burung merpati putih dan hitam, kupu-kupu, bendera tiga negara, yakni Palestina, Amerika, dan Israel, pelangi, puing bangunan akibat perang, kurungan,” papar Donny.

Pemilik Museum OHD, Oei Hong Djien mengatakan, kesenian mempermudah untuk berkomunikasi dengan Yang Maha Kuasa. Gagasan yang diusung, kata dia, sangat tepat untuk digunakan sebagai kreativitas seni rupa. ”Saya apresiasi dengan ide yang diusung Romo Budi. Jawa Tengah cukup gembira dengan keadaan seni rupa saat ini. Tahun ini, selain ada pesta demokrasi, ada juga pesta seni, yakni Biennale Jateng, yang diketuai Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi, yang juga hadir di tempat ini,” kata Oei.

►Suara Merdeka 22 Maret 2018, http://www.suaramerdeka.com

Kategori: ,