Arak Arakan Lukisan Perdamaian Palestina
Jumat, 23 Maret 2018 | 11:47 WIB

image

Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan-Keuskupan Agung Semarag (HAAK-KAS) bekerjasama dengan Universitas Katolik (Unika) Soegijparanata Semarang beserta sejumlah pihak menyelenggarakan kegiatan dalam rangka menyukseskan pameran lukisan bertajuk “Perdamaian Palestina Kerukunan Kita”. Pameran diselenggarakan Rabu sampai Ahad (21-25/03/2018) hingga Minggu (25/3) bertempat di Komplek Pastoran “Johannes Maria” Unika Soegijapranata Jalan Gang Kampung Asri.

Salah satu kegiatan yang turut menyukseskan pameran tersebut yaitu Parade atau Perarakan Berbagai Lukisan Bertema Perdamaian Palestina. Parade ini berlangsung selama kurang lebih 45 menit dengan rute dari Komplek Pastoran lalu memasuki wilayah Kampus Unika dan berhenti sejenak di selasar Gedung Thomas Aquinas dan kembali lagi ke komplek pastoran.

Sepanjang perjalanan dari Komplek Pastoran menuju Gedung Thomas Aquinas dan kembali lagi ke Komplek Pastoran, Romo Aloysius Budi Purnomo, Pr selaku Ketua HAAK-KAS sekaligus Pastor Kepala Campus Ministry Unika menyampaikan orasinya tentang perdamaian di Palestina dan ajakan agar kita warganegara Indonesia bisa senantiasa hidup damai serta harmonis. Dalam orasinya sepanjang perjalanan, Romo Budi didampingi ratusan orang dari berbagai kalangan peserta seperti 150 orang petugas Marching Band dari SD Kanisius Kurmasari dan TK Theresia Ungaran, 60 orang dari Binmas Katolik Se-Jateng, tiga orang penari tari sufi, belasan penari tari Soreng dari Ambarawa dan beberapa warga kota Semarang dari lintas agama.

Koordinator Lapangan perarakan lukisan, Leonardus Devi menyampaikan acara ini menjadi penting guna mengkampanyekan bahwa perdamaian itu bukan milik kelompok tertentu.

“Karena misi perdamaian harus disebarluaskan tidak hanya berkutat di satu tempat tetapi juga di banyak tempat lain, supaya mereka yang ada di luar sana menjadi tahu bahwa perdamaian merupakan milik semua orang. Lalu arak arakan ini memasuki Unika agar teman-teman kaum muda menjadi mengerti bahwa merekalah tulang punggung negara untuk melanjutkan menjaga perdamaian negeri,” ujar Devi ketika ditemui usai acara.

Selain menyerukan perdamaian, acara perarakan lukisan ini juga berusaha menghidupkan kembali salah satu kebudayaan Indonesia yang hampir punah.

“Tadi dalam perarakan ada atraksi tari Soreng dari daerah Jambu, Ambarawa. Tari tersebut hampir punah. Kita menampilkan tarian itu agar tarian tersebut mulai dikenal atau bisa hidup kembali, disamping itu juga untuk meramaikan perarakan pameran lukisan” sambungnya.

Sementara itu perarakan lukisan ini meninggalkan kesan positif bagi salah satu peserta perarakan yakni Paulinus Sulardi yang merupakan Pembimbing Binmas (Pembinaan Masyarakat) Katolik Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah.

“Kami datang ke tempat ini bersama rombongan yaitu sekitar enam puluh orang dan sangat mengapresiasi, bangga dan ikut senang atas terselenggaranya acara ini karena acara ini sesuai dengan semangat kami seperti yang tertulis di kaos kami yakni “Tebarkan Kedamaian”, yang artinya kedamaian menjadi suatu harapan untuk seluruh umat manusia” ujar Sulardi ketika ditemui usai acara.

Pelaksanaan kegiatan parade lukisan ini cukup menyita perhatian publik yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kegiatan, sekaligus juga menarik perhatian para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Unika. Hal itu tampak saat mereka berlomba-lomba untuk mengabadikan momen parade tersebut dengan menggunakan smartphone masing-masing.

http://www.kampussemarang.com

Kategori: