The Founder & CEO Rectra Consulting Tularkan Ilmunya ke Mahasiswa
Kamis, 8 Februari 2018 | 14:47 WIB

Once you had a passion, once you had a dream, keep moving” begitulah sepenggal kalimat yang diutarakan Catherine Ikadewi (The Founder & CEO Rectra Consulting) dalam Workshop Pengembangan Kepribadian bertema ¬†“Design Your Future to Reach Your Dream Career” yang diadakan oleh Program Studi (Prodi) Bisnis Manajemen Unika Soegijapranata pada hari Rabu (7/2) bertempat di CCTC Justinus Lantai 1.

Dalam presentasinya, Catherine mencoba memberikan motivasi pada seluruh peserta yang hadir dengan berbagi pengalamannya dalam memulai bisnis. Menurut Catherine, bisnis yang ia jalani tetap berdiri hingga saat ini karena hanya ia yang bisa menjalani bisnisnya sendiri. Catherine juga menceritakan bagaimana pengalamannya berhasil bangkit dari kebangkrutan bisnisnya.

“Sewaktu Rectra mengalami kebangkrutan yang pertama, saat itu saya tidak nafsu makan dan juga jarang sekali keluar rumah. Suatu kali, teman saya menanyakan kepada saya apakah kamu menyerah? memang kamu tidak punya kantor dan tidak punya staf, akan tetapi kamu masih memiliki klien di WA (Whatsapp)-mu, apakah itu mau kamu diamkan saja? Mengapa tidak kamu hubungi klienmu kembali untuk menanyakan kabar dari mereka saat ini? Dari pertanyaan apa kabar tersebut, saya memperoleh project senilai Rp 120 juta,” jelas Catherine.

“Saya selalu memegang prinsip saat kita telah mengetahui apa passion kita, di langkah selanjutnya kita dapat menentukan plan yang merupakan rencana dari passion karena segala hal passion masih berupa ide dan apabila sebuah ide tidak dibentuk perencanaan atau plan tidak menjadi apa-apa. Ketika kita melihat pekerjaan kita telah memiliki banyak saingan, buatlah sesuatu yang unik salah satunya dari sisi harga. Selain itu, strategi lain yang dapat diterapkan misalnya menjual dengan harga yang lebih murah dibandingkan kompetitor lain, ” jelas Catherine.

Catherine juga menjelaskan perbedaan mendasar naluri seseorang yang dapat digolongkan seorang sales, marketing, ataupun Bussiness Development. Menurut penjelasan Catherine, tugas seorang  Bussiness Development adalah menemukan bisnis untuk perusahaan misalnya untuk menjual produk kopi, seorang Bussiness Development harus menentukan bentuk kopi yang akan dijual apakah dalam bentuk minuman, bubuk, botol atau dijual di kafe. Berbagai pertimbangan untuk menentukan bisnis tersebut, seorang Bussiness Development dapat melihat trend bisnis dan demografi. Setelah ditentukan kopi dijual dalam bentuk cafe, Bussiness Development akan menyerahkan tugas selanjutnya pada marketing untuk merancang strategi penjualan ,salah satunya konsep kafe yang akan dibuat apakah instagramable atau yang lainnya. Sedangkan tugas seorang sales adalah melakukan strategi dari marketing sambil bertemu dengan para klien.

“Untuk pengembangan selanjutnya bidang sales, dapat dibedakan menjadi 2 yaitu account executive dan key account executive. Untuk account executive adalah istilah sales yang bergerak di bidang jasa yang tidak membawa wujud produk. Executive memiliki arti yang hampir sama dengan sales sedangkan account berarti klien dimana tugas account executive adalah bertemu klien dan menjaga agar klien membeli produk secara kontinyu (berkelanjutan). Sedangkan key account executive adalah orang yang menjaga account (klien) terbesar yang memberikan penghasilan bagi suatu perusahaan. Sehingga seringkali ketika interview, banyak orang yang ingin melamar jadi sales tapi banyak pelamar yang kurang bisa berbicara dengan orang sehingga saya sarankan pelamar tersebut masuk ke bagian marketing” tandas Catherine. (Cal)

Kategori: ,