Refleksi Karya Unika Soegijapranata Libatkan Tim Harian Kompas
Sabtu, 17 Februari 2018 | 18:28 WIB

Pada Rabu (21/2/2018) dan Kamis (22/2/2018), Unika Soegijapranata Semarang menggelar Program Refleksi Karya 2018. Itu adalah kegiatan rutin tahunan yang ditujukan untuk para dosen dan tenaga kependidikan.

“Refleksi Karya 2018 ini mengangkat tema Inovasi Disruptif dalam Transformasi Inspiratif. Yang menjadi titik beratnya yakni pada perubahan cara pandang perguruan tinggi, khususnya di Unika Soegijapranata,” kata Rektor Unika Soegijapranata Ridwan Sanjaya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (17/2/2018).

Menurutnya, pembahasan itu menjadi hal penting bahkan terpenting dalam menghadapi berbagai perubahan yang sangat cepat, tak terkecuali di dunia pendidikan tinggi.

Apa saja yang harus diketahui dan dipersiapkan baik oleh para dosen, karyawan maupun pimpinan universitas. Mereka dapat berperan serta dalam mentrasformasikan karya-karya inspirasi yang berguna bagi bangsa dan kemanusiaan.

“Ungtuk refleksi karya tahun ini, kami secara khusus juga akan menghadirkan Prof Dr Rhenald Kasali. Selain itu juga ada tim dari Harian Kompas untuk berbagi pengalaman penerapan inovasi disruptif tersebut,” jelasnya.

Ridwan menerangkan, Rhenald Kasali bakal berbicara banyak mengenai perubahan yang dimotori oleh perkembangan teknologi informasi, yang memindahkan dunia sebenarnya ke dalam dunia yang tidak kelihatan.

“Kompetitor yang ada saat ini adalah kompetitor yang tak kelihatan. Agar dapat memahami perubahan itu, diperlukan sikap yang relevan di hadapan perubahan tersebut. Inovasi Disruptif itu bisa berupa pelayanan administrasi akademik kepada mahasiswa maupun alumni, pelayanan kepustakaan Unika,” terangnya.

Selain itu, tambahnya, seperti pelayanan rekrutmen mahasiswa baru, pelayanan kepada perusahaan mitra perguruan tinggi, ataupun bentuk layanan lainnya yang bisa dilakukan dengan lebih mudah, hemat biaya, waktu, dan tenaga.

“Sedangkan tim Harian Kompas akan berbicara mengenai perkembangan berita Kompas dari media cetak sampai dengan media sosial yang saat ini menjadi trend. Saat ini berita melalui media sosial telah menjadi kebutuhan sehingga kami perlu pengetahuan berkait itu,” jelas Ridwan.

Jadi, paparnya, refleksi karya tahun ini perlu membahas hal tersebut agar Unika tetap bisa mengikuti perkembangan jaman dan tidak kehilangan jati dirinya sebagai perguruan tinggi.
Sejak beberapa tahun terakhir ini, beberapa program inovatif di Unika Soegijapranata telah dipersiapkan untuk menyongsong perubahan karena perubahan merupakan keniscayaan.

“Adapun pemilihan tema Refleksi Karya 2018 Unika itu memiliki semangat untuk melakukan transformasi yang dapat menginspirasi berbagai pihak melalui inovasi-inovasi yang self disruptif atau mengganggu zona nyaman diri sendiri,” tandasnya.

(http://jateng.tribunnews.com)

Kategori: