KKN Wujudkan Pengalaman
Kamis, 1 Februari 2018 | 17:40 WIB

WWS 01_02_2018 KKN wujudkan pengalamanMelalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Unika Soegijapranata sebagai calon generasi penerus bangsa, mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman.

"KKN menjadi sebuah kesempatan yang luar biasa untuk para mahasiswa, dalam mengaplikasikan keilmuan yang mereka peroleh selama kuliah. Dengan terjun langsung ke masyarakat, mereka juga banyak mendapat pembelajaran, manfaat dan pengalaman. Kesemuanya tersebut, diharapkan mampu menjadi bekal mereka sebagai calon generasi penerus bangsa," papar Kepala Lernbaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Dr Berta Bekti Retnawati, di kampus Bendan Dhuwur, Rabu (31 /1).

Diterangkan, selama 21 hari terhitung sejak 8 Januari lalu, sebanyak 185 mahasiswa Unika melakukan kegiatan KKN semester gasal di Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal. Pada Minggu (28 /1), secara resmi mengakhiri dan menutup kegiatan KKN yang ditandai dengan upacara penarikan peserta KKN di Lapangan Kecamatan Pageruyung.

Program KKN ini, lanjut Berta, juga merupakan wujud nyata hadirnya Unika Soegijpranata di tengah tengah masyarakat sebagai pengamalan spirit Unika yaitu Talenta Pro Patria Et Humanitate.

"Tentunya di kemudian hari, kami masih berharap ketika Unika kembali melaksanakan KKN di tempat tersebut bisa diterima kembali dan tentunya akan lebih baik lagi. Unika dengan spirit ‘Talenta Pro Patria Et Humanitate’ .berarti bakat dan talenta un-tuk tanah air dan ke-manusiaan berusaha hadir di masyarakat, salah satunya melalui kegiatan KKN," tandasnya.

Program
Kepala Pusat Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Unika Rudy Elyadi SE MM mengungkapkan, bahwa KKN semester gasal, tahun akademik 2017/ 2018 ini lebih menitikberatkan pada program program pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai perwujudan cinta tanah air.

"Saat pelaksanaan KKN 21 hari tersebut, para mahasiswa Unika pun juga merealisasikan program pemberdayaan masyarakat dan hal tersebut benar benar dirasakan oleh warga sekitar," terangnya.

Salah satunya, mahasiswa ikut menjadi pengajar di SD setempat. Ada juga yang memberi program nyinauni (bimbingan belajar -red) pada saat sore hingga malam hari, hingga ikut dalam pelayanan Posyandu yang ada di tiap dusun.

â–ºWawasan 1 Februari 2018, hal. 19

Kategori: