FBS Unika Kunjungi Empat Industri Media di Jakarta
Selasa, 20 Februari 2018 | 10:51 WIB

Selain mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Thailand, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Jurusan Sastra Inggris Unika Soegijapranata pada saat yang bersamaan juga mengadakan kegiatan KKL ke beberapa industri media yang ada di Jakarta mulai Senin (5/2/2018) hingga Kamis (8/2/2018).

Pada kesempatan tersebut sebanyak 17 mahasiswa angkatan 2015 dengan didampingi seorang dosen pendamping Drs. YE Budiyana, MA berkunjung keempat industri media, yakni harian The Jakarta Post, Trans Media Grup (Trans Tv dan Trans 7) dan NET TV.

Elisabeth Rain Ori yang menjadi koordinator KKL ke Jakarta ini menjelaskan bahwa pemilihan beberapa industri media ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana penggunaan Bahasa Inggris di industri media yang ada di Jakarta karena tak dapat dipungkiri bahwa rata-rata industri media tersebut menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasinya.

“Jurusan yang yang sedang kita tempuh dalam studi adalah jurusan bahasa ya mas dan lebih spesifik lagi jurusan kita adalah jurusan Bahasa Inggris. Sementara keempat industri media di Jakarta yang kita tuju itu semuanya adalah industri pers yang para pegawainya dituntut untuk pandai berbahasa Inggris. Nah kita ingin tahu bagaimana penggunaan Bahasa Inggris dalam media tersebut yang diharapkan nantinya bisa menunjang untuk masa depan kami setelah lulus,” ungkap Rain saat diwawancara.

Dalam KKL tersebut tempat pertama yang dikunjungi adalah harian The Jakarta Post yang merupakan koran yang menyajikan berita dengan menggunakan Bahasa Inggris.

The Jakarta Post adalah koran berbahasa Inggris, nah tentunya bahasa Inggris yang dipakai bukan bahasa sehari-hari seperti yang biasa dipakai oleh kebanyakan orang. Melainkan menggunakan bahasa  conversation (pola bahasa yang digunakan untuk membahas sesuatu-red) yang khusus untuk jurnalistik. Nah hal tersebut menurut kami akan menambah wawasan kita tentang Bahasa Inggris yang digunakan dalam industri media dan menjadi sangat berguna ketika kita kelak setelah lulus juga kerja di industri media yang berbahasa Inggris,” sambung Rain.

Selain senang bisa mendapatkan wawasan mengenai penggunaan Bahasa Inggris dalam kegiatan pers, para mahasiswa FBS peserta KKL juga merasa senang karena bisa mengetahui edisi pertama kalinya The Jakarta Post terbit, belajar cara mengelola rubrik yang ada di tiap halaman dan adanya ruang bagi mahasiswa yang ingin mempublikasikan artikel atau karya ilmiahnya.

Seusai kunjungan ke The Jakarta Post, para mahasiswa melanjutkan kunjungannya di Trans Media Grup (Trans 7 dan Trans Tv) serta NET TV. Dalam kunjungannya ke Trans Media, para mahasiswa mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana sistem kerja jika menjadi wartawan.

“Kita di Trans Media mendapat pengalaman jam kerja dan sistem kerja di industri media. Di industri media kerjanya tidak mengenal waktu, orang yang tidak terbiasa kerja di dunia itu pasti kaget karena ada yang baru pulang tengah malam atau dini hari” ujar Rain.

Character Building

Selain mendapat pengalaman sistem bekerja, mereka juga mengaku mendapat cara bagaimana membangun relasi yang baik dengan banyak orang untuk jangka waktu panjang. Sedangkan dalam kunjungannya ke NET TV , para mahasiswa FBS Unika juga mendapatkan wawasan yang kurang lebih sama dengan ketika mengunjungi Trans Media, namun ada satu hal yang mereka rasa sangat baik dalam mengembangkan jiwa seorang pekerja pers, yakni adanya pelatihan karakter dari Korps Marinir TNI AL.

“Ketika kunjungan di NET TV pengalaman yang kita dapatkan kurang lebih sama seperti ketika kunjungan di Trans Media Grup, namun ada satu hal yang bagus yakni adanya kemah untuk character building  yang pelatihnya berasal dari Korps Marinir. Itu yang agak beda namun itu sangat berguna karena ketika nanti bekerja jadi reporter/ fotografer di industri media memang kita dituntut untuk mempunyai fisik yang kuat. Tidak gampang bekerja menjadi wartawan karena kerjanya 24 jam, semisal ketika mendadak ada berita kejadian di suatu wilayah jam 3 pagi dan kita pun harus langsung turun ke lokasi nah itu klo tidak terbiasa bisa gampang sakit. Itu yang menarik” tandas Rain.

Sementara itu ditemui terpisah, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unika, Angelika Riyandari, Ph.D sangat berharap kegiatan KKL ke Jakarta ini bisa terus terlaksana tiap tahunnya karena sangat besar manfaat yang bisa didapat oleh mahasiswanya.

“KKL ke Jakarta ini merupakan KKL untuk yang ketiga kalinya setelah terakhir terlaksana pada tahun 2009 yang lalu. Saya sih berharapnya semoga tiap tahun bisa terselenggara karena banyak sisi manfaat yang akan diperoleh para mahasiswa. Sementara itu kenapa memilih Jakarta sebagai tujuan KKL tentu terkait orang-orang Jakarta sendiri yang rata-rata pekerja keras dan kompetitif, olehkarenanya mereka bekerja dengan percaya diri dan berani berkomunikasi memakai Bahasa Inggris. Jika mahasiswa sudah mengetahui hal itu, harapannya mereka juga bisa percaya diri menggunakan Bahasa Inggris agar kelak mereka bisa mendapatkan penghidupan berdasar kemampuan berbahasa Inggris yang mereka miliki,” ujar Angelika.  (Hol)

Kategori: ,