Rektor Unika Kukuhkan Guru Besar Baru
Jumat, 12 Januari 2018 | 12:45 WIB

Unika Soegijapranata kembali mengadakan acara pengukuhan guru besar, kali ini yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. lr Slamet Riyadi, MT sebagai guru besar bidang Teknik Elektro Fakultas Teknik Unika Soegijapranata. Pengukuhan dilakukan oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof. Dr. F Ridwan Sanjaya MS., IEC pada hari Kamis (11/1) bertempat di Ruang Teater Gedung Thomas Aquinas Lantai 3 Unika Soegijapranata. Dengan adanya pengukuhan tersebut, Unika kembali menambah jumlah guru besar menjadi 7 guru besar. Tidak hanya itu, dengan adanya pengukuhan tersebut, Prof. Slamet menjadi guru besar bidang Teknik Elektro pertama di Jawa Tengah baik di tingkat perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Dalam pengukuhannya, Prof. Slamet menyampaikan pidato mengenai “Peran Konverter Statis dalam Teknologi Ramah Lingkungan”. Dalam penuturannya, konverter statis digunakan karena didalamnya terdapat saklar statis yang bergerak ON ataupun OFF secara otomatis dengan kecepatan tinggi. Kecepatan tinggi bergerak dari On menuju OFF dan sebaliknya dapat dicapai hingga 50.000 kali/ detik. Konverter statis yang dimaksud Prof. Slamet akan digunakan perannya dalam kedua bidang yaitu dalam bidang pembangkit listrik maupun dalam bidang transportasi yang dalam dunia elektro disebut sebagai electric drive dikarenakan saat ini polusi udara dari kedua bidang tersebut cukup banyak menyumbangkan kerusakan yang berakibat pemanasan global.

“Salah satu pembangkit listrik yang saya kembangkan saat ini adalah panel surya, kalau biasanya panel surya terpisah dari listrik PLN, yang saya kembangkan saat ini adalah teknologi panel surya yang saya gabungkan dengan listrik PLN sehingga dapat saling mendukung penyediaan energi satu sama lain. Yang saya kembangkan saat ini adalah konverter dari energi yang diperoleh oleh panel surya yang langsung terhubung dengan stop kontak di dalam rumah. Sehingga apabila kita memperoleh energi dari panel surya 1000 watt dan saat siang, kita hanya memakai setrika dengan beban 300 watt. Jadi kita masih memiliki energi tersisa 700 watt yang kita berikan  kembali ke listrik PLN sehingga Kwh meter dapat berputar balik. Keuntungan dengan adanya penggabungan ini berarti kita menjual listrik ke PLN dalam arti mengurangi penggunaan listrik PLN. Apabila saat langit mendung, misalnya saja panel surya hanya dapat menghasilkan energi 200 watt sedangkan kita membutuhkan energi 300 watt. Defisit 100 tersebut kita ambil dari listrik PLN sehingga penggunaan listrik PLN dapat dihemat. Keuntungan penggabungan ini juga dapat bermanfaat ketika pemadaman listrik bergilir karena pemadaman bergilir dapat melumpuhkan perindustrian. Untuk itu, pemerintah saat ini mencanangkan program 35000 MW. Akan tetapi, semua energi tersebut berbasis fosil yang dapat habis sehingga dari saat ini kita harus mulai melihat energi alternatif. Kita dapat melihat di luar negeri ada ladang panel surya dan beberapa macam inovasi lainnya seperti mobil listrik. Hanya saja, teknologi mobil listrik saat ini masih sangat dasar karena daya tahan baterai yang masih lemah dan waktu isi ulang baterai yang memakan waktu lama. Untuk itu, saat ini mulai difokuskan pada pengembangan teknologi baterai dan muncullah baterai yang terbuat dari campuran Lithium- Titanium yang memakan waktu pengisian hanya dalam beberapa menit. Apabila, teknologi baterai telah maju, saya yakin konsumen akan cenderung memilih mobil listrik karena jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar fosil, mobil listrik lebih hemat energi misalnya saja ketika berhenti di traffic light biasanya kita membiarkan mesin mobil tetap menyala dan memakan bahan bakar dan apabila ingin berhemat bisa saja mesin dimatikan. Akan tetapi, starter mobil cukup memakan waktu. Berbeda dengan mobil berbahan bakar fosil, mobil listrik tidak memerlukan proses starter sehingga ketika mesin mati, mobil langsung berjalan ketika pedal gas diinjak” tegas Prof. Slamet.

“Diraihnya jabatan tertinggi Prof. oleh Prof. Slamet Riyadi diharapkan dapat memberikan motivasi dan menjadi virus yang mampu menularkan kebaikan bagi jajaran dosen di internal Unika Soegijapranata. Pengangkatan Prof. Slamet Riyadi didasarkan pada SK Menristekdikti no 93411/ A2.3/ KP/ 2017” jelas Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah  Amsar SH MM yang mewakili Prof. DYP. Sugiharto selaku Koordinator Kopertis Wilayah VI yang saat itu berhalangan hadir. (Cal)

Kategori: ,