FGD “Green Campus” Unika
Selasa, 23 Januari 2018 | 16:03 WIB

Focus Group Discussion atau FGD dengan tema “Green Campus” telah diadakan pada hari Senin (22/1) di ruang Hijau gedung Mikael Unika Soegijapranata.

Acara yang diikuti oleh pihak rektorat Unika Soegijapranata yang diwakili oleh Wakil Rektor II bidang Administrasi & Keuangan, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan serta Kepala Biro Administrasi Umum (BAU), juga perwakilan BEM Fakultas, BEM Universitas, dan perwakilan dari UKM Soegijapranata Echo Life (SEL) ini, diselenggarakan karena didorong atas keprihatinan bersama bahwa kampus Unika meskipun selalu dibersihkan setiap hari namun masih sering dijumpai sampah yang tidak dibuang pada tempatnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak rektorat Unika memberi kesempatan pada perwakilan mahasiswa untuk berkomunikasi dengan jajaran rektorat yang bertanggung jawab atas berbagai hal di kampus, termasuk kebersihan. Wakil Rektor II Unika Soegijapranata, Dr. Theresia Dwi Hastuti, SE., MSi., Akt., CPA. mengatakan,”Pola pikir mahasiswa mengenai kesadaran akan kebersihan lingkungan harus dilatih, seperti halnya di sebuah rumah sakit ternama, lantainya sangat bersih, membuang sampah di sembarang tempat pun enggan. Oleh karena itu kita hendaknya juga bisa menciptakan lingkungan Unika Soegijapranata yang seperti itu sehingga mahasiswa juga memiliki pola pikir yang tidak ingin mengotori lingkungannya dengan membuang sampah sembarangan.”

Kepala Biro Administrasi Umum, Yuliana Sri Wulandari, SE juga membuka diri untuk dapat berkomunikasi dan mendapat masukan dari mahasiswa baik melalui  Kepala Tata Usaha masing-masing fakultas ataupun langsung ke Biro Administrasi Umum mengenai pengadaan sarana prasarana yang ada, serta penetapan lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang diajukan oleh mahasiswa.

Pada sesi akhir FGD ini, Wakil Rektor III Unika Dr. V. Kristina Ananingsih, ST., M.Sc., mempertegas beberapa hal yang menjadi simpulan diskusi yaitu (1) perlunya peningkatan kesadaran mahasiswa untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya, (2) perlu  ditingkatkannya komunikasi antara mahasiswa dengan Biro Administrasi Umum atau Tata Usaha Fakultas terkait ketersediaan sarana prasarana kebersihan yang ada di kampus Unika Soegijapranata dan (3) perlunya mengedukasi para pedagang makanan di sekitar kampus Unika Soegijapranata tentang bahaya penggunaan styrofoam sebagai pembungkus makanan.

Konklusi terakhir ini semakin memperkuat deklarasi Unika Soegijapranata pada sesi akhir PTMB lalu sebagai “Kampus Anti Styrofoam”. (Ian)

Kategori: ,