Dosen Muda Unika Didorong Optimalkan Potensi Penelitian
Sabtu, 20 Januari 2018 | 19:02 WIB

Unika Soegijapranata terus mendorong para dosen untuk melakukan penelitian di bidang masing-masing. Terlebih, dengan jumlah dosen dan SDM yang dimiliki, diharapkan kualitas serta kuantitas penelitian yang dilakukan terus meningkat.

“Penelitian Unika Soegijapranata saat ini sudah masuk dalam klaster utama, tetapi bukan berarti semua sudah siap. Oleh karma itu, kita bersama-sama dapat belajar, khususnya bagi para dosen muda, yang memiliki kesempatan lebih besar,” papar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata, Dr Berta Bekti Ratnawati MS, di sela ‘Choaching Clinic Penulisan Proposal Penelitian Pendanaan DPRM Ristek Dikti di kampus Bendhan Dhuwur, Kamis (18/1).

Dia menambahkan jika melihat potensi yang ada dari masing-masing dosen sumberdaya yang ada di Unika juga cukup besar. “Meski memang perlu digerakkan lagi dan bekerja bersama-sama, dengan harapan skim penelitian di Unika akan semakin banyak. Kita dorong para dosen ini untuk berani mencoba,” tandasnya.

Sementara, reviewer nasional skim sentralisasi Kemenristek Dikti, sekaligus Ketua LPPM Unnes Prof Dr Totok Sumaryanto, yang hadir sebagai pembicara, menuturkan, bahwa saat ini paradigma penelitian sudah berubah.

“Tidak lagi hanya berupa laporan yang bersifat kepustakaan, file ada surat keterangan angka kredit atau point. Penelitian saat ini, berbasis output atau keluaran, maka natni di setiap proposal penelitian yang diajukan harus jelas keluaran apa yang akan dijanjikan. Hal tersebut harus tertuliskan dengan jelas,” tuturnya.

Sementara, pembicara kedua reviewer internal bersertifikasi skim desentralisasi, Dr Fl Budi Setiawan ST MT, lebih banyak menyampaikan berbagai hal yang sifatnya terapan, teknis atau lapangan. “Penelitian desentralisasi adalah penelitian yang kita kelola sendiri, yang terbagi menjadi tiga yaitu penelitian bersifat dasar, terapan (aplikasi atau hilir), dan pengembangan perguruan tinggi,” tandasnya.

Budi menuturkan, dalam penelitian desentralisasi, para dosen muda yang secara kepangkatan misalnya asisten ahli atau bahkan yang belum memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) juga bisa ikut terlibat dalam penelitian.

“Untuk itu, diharapkan para dosen muda ini juga hendaknya dirangkul, untuk ikut dalam penelitian supaya memiliki track record atau rekam jejak harapannya, dari dosen-dosen muda ini, nanti menjadi berpengalaman dan bisa melakukan penelitian sendiri,” pungkasnya.

(Wawasan 20 Januari 2018)

Kategori: