Cerita Dari Rumania: Gadis Sang Penakluk Alam
Rabu, 17 Januari 2018 | 9:22 WIB

Biografi Dana, darmasiswa Unika Soegijapranata 17/18

Dana adalah salah seorang Darmasiswa yang saat ini sedang menimba ilmu di Unika Soegijapranata. Keluarga Dana sendiri berasal dari Rumania. Sebuah negara yang terletak di Eropa Utara dan Tenggara di bagian utara Semenanjung Balkan berbatasan dengan Laut Hitam.

Mahasiswa alumni University of Bucharest ini pernah menetap di Indonesia sebelumnya selama beberapa tahun. Guna memperdalam ilmunya di bidang Tourism, perempuan 24 tahun ini menginjakan kaki di Indonesia kembali sebagai Darmasiswa dan memilih kampus ungu ini untuk mengembangkan wawasan dan menantang dirinya sendiri agar beradaptasi di lingkungan baru yang belum pernah ia kunjungi serta belajar mengenai alam dan lingkup sosial di negara multikultural beriklim dua musim. Bulan ramadhan tahun depan sebagai penanda tahun ketiga dia menjalani hidup di bumi nusantara.

Ada banyak perbedaan budaya antara Rumania dengan Indonesia yang menjadikan tantangan tersendiri bagi wanita 24 tahun tersebut. Hal yang paling mencolok adalah sistem dan budaya warga negara Indonesia perihal transportasi umum. Rendahnya kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas seringkali menjadi perbincangan panas banyak warga asing yang berkunjung ke negeri agrikultur ini. Dia mengaku ketakutan dengan budaya berkendara di Indonesia yang sangat membahayakan bagi orang sekitar maupun pengendara itu sendiri. Terlebih ketika mereka menemui bule di pinggir jalan dengan santai mereka menoleh tanpa menghiraukan jalanan di depan mereka. “Awalnya aku merasa biasa saja tapi dari cara mereka menatap lambat laun membuat saya merasa sangat tidak nyaman. Bahkan tidak jarang mereka tidak memandang jalanan di depan tempat mereka berkendara,  tutur Dana.

Menurut pendapat Dana di Rumania, masyarakat sekitar memanfaatkan transportasi umum yang telah disediakan pemerintah sebagai moda  transportasi; dari bus, kereta, tram, hingga MRT bawah tanah sedangkan di Indonesia setiap masyarakat memiliki alat transportasi masing masing seperti motor untuk kalangan menengah bawah dan kendaraan roda empat atau mobil untuk masyarakat kalangan menengah atas sehingga minat warga terhadap moda transportasi umum sangatlah rendah. Hal ini menyebabkan kemacetan terutama di jalan-jalan protokol. “Disini kendaraan bermotor menjadi alat transportasi utama. Banyak sekali kutemui kendaraan bermotor di sepanjang jalan. Apalagi dengan adanya aplikasi seperti Gojek mempermudah segalanya dalam hal antar-mengantar. Dan itu seperti menjadi ciri khas tersendiri bagi Indonesia berbeda sekali”  jelas Dana.

Menikmati Keindahan Alam dengan Mendaki Gunung

Hobi Dana berhubungan sekali dengan alam, yaitu mendaki gunung. Dalam memperdalam ilmu kepariwisataan ini, ia juga sudah berkeliling ke beberapa daerah di Jawa. Daerah tersebut termasuk Kota Semarang, Kudus, dan Malang. Dalam perjalanannya, ia tidak lupa untuk menjelajahi keindahan alam negeri kita tercinta ini, seperti Gunung Muria, Gunung Ungaran, dan Gunung Bromo.

Di Indonesia pun tidak lengkap kalau kita tidak membahas tentang hal yang berkaitan dengan transportasi dan kemacetan. Itulah yang dirasakan Dana saat ia pertama kali datang ke Indonesia. Perbedaan yang sangat mencolok dengan lalu lintas di tanah kelahirannya yaitu Romania. Bagi dia menggunakan transportasi umum dan berjalan kaki merupakan hal yang sudah biasa ia lakukan di negaranya. Namun bagi Dana sendiri untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kita, ia mulai menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan keinginannya untuk menjelajah seluk beluk Kota Semarang.

Bagi Dana secara pribadi, dia lebih menyukai berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum seperti BRT dan angkot yang tersedia di seluruh Kota Semarang. Namun seiring berjalannya waktu dia lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi yang ia punya yaitu sepeda motor. Menurut dia, dengan adanya kendaraan pribadi dia lebih leluasa dan mudah dalam menjelajah Kota Semarang. Kesenangan-nya menyusuri seluk beluk Kota Semarang tidak jauh berbeda dengan hobinya. Tidak heran ia begitu menikmati menghabiskan waktu berkeliling seperti kesukaannya  mendaki gunung.

Dibuat oleh           : Elisa Susanto, Nicho Ardianto (FBS ‘16)
Disunting oleh      : Yelina I Ch (FBS ‘16)

Kategori: