BEM Unika Kampanyekan Keselamatan Berkendara
Kamis, 25 Januari 2018 | 13:29 WIB

Dalam rangka mengampanyekan keselamatan berkendara, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unika Soegijpranata bekerjasama dengan PT. Total Oil dan Harian Tribun menyelenggarakan talkshow bertajuk “Safe Riding With Total Hi-Perf” pada hari Rabu (24/1/2018).

Acara yang diselenggarakan di ruang Teater Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. V. Kristina Ananingsih, ST ., M.Sc. serta para mahasiswa Unika sebagai peserta talkshow.

Dr. Kristina dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya talkshow ini karena diharapkan dengan acara ini akan menambah pengetahuan berkendara yang aman bagi peserta, “Saat ini semakin banyak mahasiswa mengendarai motor ke kampus , jumlahnya luar biasa. Dari situ kita bisa mengetahui bahwa trend berkendara semakin naik tiap tahunnya dan hal tersebut perlu juga diikuti pengetahuan tentang bagaimana berkendara yang baik dan memenuhi aturan-aturan untuk menghindari resiko buruk”.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam ini banyak mengupas tips-tips  keselamatan berkendara dari 2 orang narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Pengamat Transportasi Jawa Tengah yang sekaligus Dosen Teknik Sipil Unika, Ir. Drs. Djoko Setijowarno, MT , dan Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polrestabes Semarang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ryke Rima Dila yang mewakili Kasatlantas Polrestabes Semarang.

Ir. Drs. Djoko Setijowarno dalam paparannya menjelaskan, “Angka kecelakaan pengguna sepeda motor secara nasional saat ini berada dalam angka 71% per tahun 2016 , dan usia produktiflah yang menjadi korban kecelakaan. Usia produktif tersebut mulai dari usia 15 tahun  hingga 50 tahun dan ironinya 80% diantaranya korbannya adalah mahasiswa dan pelajar,” ungkap Djoko.

Melihat hal tersebut, Djoko mengajak para mahasiswa untuk mau bersama-sama mengurangi angka kecelakaan. Cara mengurangi angka kecelakaan tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan transportasi umum.

“Iya.. salah satu caranya adalah dengan menggunakan transportasi umum seperti BRT (Bus Rapid Transit) dengan demikian bisa menekan angka kecelakaan karena jika orang mau memakai transportasi umum tentunya penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang dan angka kecelakaan pun berkurang juga” sambung Djoko.

Menggunakan transportasi umum, lanjut Djoko, selain bisa mengurangi atau menekan angka kecelakaan lalu lintas juga bisa  membantu menciptakan kondisi kehidupan perkotaan yang baik dan sehat karena tak dapat dipungkiri bahwa polusi udara di kota 80% berasal dari kendaraan pribadi yang akhirnya bisa merusak kesehatan penduduk.

Sementara itu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ryke Rima Dila juga menyampaikan hal  senada terkait masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Menurutnya ada 6 faktor yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. 6 faktor tersebut perlu disadari dan diingat namun masih banyak yang melupakan.

“Saat ini ada 6 faktor penyebab tingginya kecelakaan, yaitu : (1) Masalah kecepatan : sebenarnya sudah ada aturan baku yang mengatur tentang kecepatan maksimal yang diperbolehkan dalam berkendara. (2) Penggunaan helm : ini penting bagi pengendara sepeda motor untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. (3) Pengendara yang mabuk : ini sangat membahayakan orang lain. (4) Sabuk pengaman : ini sangat penting bagi pengendara roda empat apabila ia mengalami hal-hal yang diluar dugaan seperti benturan saat kecelakaan. (5) Penempatan anak di tempat yang aman: misalnya ketika ada ibu-ibu yang membawa anak kecil dan didudukkan di depan itu salah banget dan sangat membahayakan karena jika terjadi apa-apa pasti yang terkena dulu adalah anaknya. (6) Penggunaan handphone: masih sering ditemui penggunaan handphone saat berkendara terutama yang mengatasnamakan driver ojek online. Itu sangat membahayakan” ungkap AKP Ryke.

Selanjutnya AKP Ryke pun juga mengajak para mahasiswa untuk senantiasa berkendara yang baik dengan menggunakan prinsip 3 siap (3S).

“Berkendara yang baik itu dengan prinsip 3S yakni : (1) harus siap dengan kondisi fisik yang baik dan sehat secara jasmani maupun rohani , (2) siapkan kendaraan beserta kelengkapan komponen standar motor dari pabriknya, (3) harus siap mematuhi peraturan lalu lintas seperti memakai perlengkapan helm dan taat aturan lalu lintas seperti ketika lampu merah ya harus berhenti” sambung AKP Ryke.

Talkshow ini ditutup dengan sesi game singkat yang dibawakan oleh PT Total Oil. Game tersebut dengan ajakan menjawab pertanyaan seputar rambu-rambu lalu lintas seperti ketika kita mengajukan permohonan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM). (Hol)

Kategori: ,