UNDK Angkat Tema Service Learning Dalam Konferensinya Yang Ketiga
Senin, 4 Desember 2017 | 12:28 WIB

UNDK atau University Network for Digital Knowledge telah mengadakan konferensi untuk yang ketiga kalinya pada tanggal 29 dan 30 November 2017 di Grandhika Hotel Semarang. Konferensi ini menjadi sebuah ajang pertemuan dari universitas-universitas yang merupakan anggota UNDK. Adapun dosen-dosen perwakilan yang diundang untuk mengikuti konferensi ini berasal dari berbagai universitas seperti Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Kristen Artha Wacana, Universitas Kritsen Widya Mandala, Universitas Katolik Widya Mandira, dan berbagai universitas lainnya yang tergabung dalam UNDK. Selain dosen, juga diundang para mahasiswa yang berasal dari Universitas Katolik Soegijapranata.

Tema yang diangkat pada konferensi kali ini adalah “Bolstering Whole Person Education Through Local Knowledge-Based Service Learning” di mana dibahas mengenai service learning yang diimplementasikan di mata kuliah yang diampu oleh para dosen dari universitas anggota UNDK untuk menciptakan mahasiswa yang seutuhnya, yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, namun juga memiliki sifat empati dan peduli sebagai pelengkap kecerdasan tersebut. Acara pada hari pertama dibuka dengan salam pembuka oleh Kepala Dewan Penasihat UNDK, Prof. Dr. Ir. Budi Widianarko, MSc dan Rektor Universitas Katolik Soegijapranata. Prof. Dr. F. Ridwan Sanjaya S.E., S. Kom, MS. IEC. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan keynote speeches dengan 2 pembicara kunci yaitu Meylani Yo, PhD yang berbicara mengenai “Pagat Adat Papua” sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai strategi komunikasi mengenai HIV-AIDS terhadap masyarakat Papua dalam tema pembicaraan “Local Culture Safeguard: A Communication Strategy on HIV and AIDS on Papua” dan Prof. Dr. F. Ridwan Sanjaya S.E., S. Kom, MS. IEC yang berbicara mengenai perkembangan dan penggunaan collaborative learning dalam dunia digital untuk bekerja bersama banyak orang di berbagai lokasi dalam tema pembicaraan “The Future of Collaborative Digital Learning”. Acara pada hari pertama kemudian ditutup dengan rapat rutin yang diadakan di setiap konferensi untuk Dewan Penasihat UNDK.

Pada hari kedua, acara dimulai dengan sesi pembicara. Pembicara dalam sesi ini adalah Eko Nugroho, MBA yang merupakan CEO dan founder dari “Dreamlight”, sebuah rumah produksi yang menghasilkan program acara televisi seperti “Tolong”. “Bedah Rumah”, “Keluarga Somat” dan program acara lainnya. Dalam sesi ini, ia berbicara dengan tema “Penanaman Nilai Kasih dalam Produk Multimedia dan Digital”, di mana ia menceritakan mengenai pembuatan program acara televisinya yang ia harap dapat menginspirasi orang-orang untuk berbuat baik kepada orang-orang di sekitarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel di mana para dosen mempresentasikan karya mereka dalam penerapan service learning yang mereka lakukan di tempat kerja mereka masing-masing, presentasi dosen ini kemudian ditanggapi oleh mahasiswa dan dosen lainnya yang telah dipilih untuk membahas presentasi yang telah disampaikan. Setelah sesi paralel, konferensi UNDK yang ketiga ini ditutup dengan kalimat penutup oleh Kepala Dewan Penasihat UNDK, Prof. Dr. Ir. Budi Widianarko, MSc. (Ian)

Kategori: ,