MARK-FEST DAY 2017
Jumat, 8 Desember 2017 | 13:19 WIB

Anak-anak mahasiswa semester III prodi manajemen konsentrasi pemasaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Soegijapranata yang mengambil mata kuliah manajemen pemasaran, pada hari Kamis (7/12) telah menyelenggarakan Marketing Festival Day di lapangan Albertus Unika.

Dalam acara tersebut, Dr. Berta Bekti Retnawati, SE.,M.Si selaku ketua rumpun pemasaran prodi Manajemen FEB Unika menjelaskan,” Salah satu topik dalam mata kuliah manajemen pemasaran adalah membuat IMC atau Integrating Marketing Communication. Jadi para mahasiswa diminta membuat inovasi produk yang tidak ada di pasaran. Selanjutnya karena itu produk baru maka para mahasiswa juga harus memikirkan konsep komunikasinya misalnya membuat baliho, poster, iklan di radio atau di televisi, membuat website, blog, dan mereka juga harus belajar memasarkan produk-produk itu lewat media sosial. Terkait konsep marketing melalui media sosial, beberapa peserta Marketing Festival ini bahkan sudah ada pembeli dari media sosial, oleh karena itu mereka harus konsisten sebab produk mereka sudah ditawarkan secara luas melalui media sosial sehingga harus meneruskan.”

“Peserta  Marketing Festival Day ini adalah perwakilan pemenang dari tiap-tiap kelas di konsentrasi manajemen pemasaran. Sedangkan di konsentrasi manajemen pemasaran sendiri terdapat 5 kelas paralel, setiap kelas dipilih 3 kelompok sehingga total peserta festival adalah 15 kelompok dan ditambah 1 kelompok dari S1-S2 Manajemen. Selanjutnya dalam festival ini akan dinilai oleh tim penilai diluar rumpun pemasaran, salah satunya dari dosen Desain dan Komunikasi Visual (DKV). Untuk kedepannya acara ini akan menjadi acara tahunan bagi mahasiswa marketing semester 3,”imbuh Berta.

Inovatif, Kreatif dan Anti Mainstream

Nur Indah Shintadevi sebagai ketua panitia Marketing Festival Day 2017 mengungkapkan latar belakang diadakannya kegiatan yang rencananya akan menjadi event tahunan ini,” Awalnya itu tugas manajemen pemasaran, kemudian kita disuruh mencari 4 produk yang sejenis lalu kita bandingkan kelebihan dan kekurangan produk itu,  selanjutnya kita pikirkan apakah kita bisa membuat produk baru yang bisa memperbaiki kekurangan produk tersebut. Nah, dari situ muncullah iklan-iklan dari produk yang dibuat oleh para mahasiswa ini, antara lain : bakpia mini yang bentuknya kecil sehingga bisa sekali gigitan atau kunyah, ada juga milk tea yang terjangkau harganya tapi tetap berkualitas baik rasa maupun manfaatnya,”jelasnya.

“Hal menarik lainnya, dalam acara festival ini kita disuruh membuat brand sendiri yang mana kita juga harus membuat iklan, baik itu iklan radio, televisi atau baliho. Dan kreatifitas para mahasiswa ini diuji disitu, maka hasil kreatifitas dan kerja keras mereka selama 3 bulan  akan ditayangkan di acara ini.”

“Dari panitia berharap agar para mahasiswa ini belajar bagaimana berinovasi dan tidak hanya sekedar menjual saja, tetapi juga belajar mengiklankan atau mengkomunikasikannya kepada teman-temannya agar tertarik untuk membeli. Hal lain, mereka juga belajar untuk menentukan atau memperkirakan antara harga dengan  kualitas produk, sudah sesuai atau belum. Disamping itu, panitia juga akan memberikan hadiah bagi kelompok yang mendapat nilai terbaik serta memenuhi kriteria yang ditentukan panitia, meliputi brand yang berbeda, kreatifitasnya, anti mainstream, dan juga bagaimana mengkomunikasikan produk-produk mereka,” tutup Shinta. (Fys)

Kategori: ,