Kembangkan Desa Wisata di Era Digital
Sabtu, 9 Desember 2017 | 14:13 WIB

JWP 8_12_2017 Kembangkan Desa Wisata di Era Digital

Jadikan Teknologi Alat Penyeimbang

Desa wisata menjadi alternatif kunjtmgan berkonsep unik. Kembali ke alam dan belajar budaya lokal.

Desa wisata berbasis masyarakat ini telah memasuki era digital. Namun esensi kearifan lokal dan keaslian sebuah ‘desa" tidak bisa ditinggalkan.

"Dunia digital dan teknologi mengambil peran penting bagi pengembangan desa wisata. Namun masyarakat tidak boleh kehilangan identitas sebagai orang desa. Tradisi dan kondisi desa itu yang menjadi jualan kami." ujar Ketua Forum Komunikasi Desa wisata Kabupaten Slernan Doto Yogantoro.

Dia mengatakan hal tersebut dalam diskusi terbatas terkait disruptive innovation Prodi Teknik Informatika Uniyersitas Sanata Dharma, Kamis (7/12).

Doto mengatakan selama mengelola desa wisata dia menjadikan teknologi sebagai alat penyeimbang. Untuk media promosi dan komunikasi.

"Prograrn yang kami tawarkan tetap kegiatan desa. Sudah terbukti, beberapa desa wisata tergusur karena tidak memanfaatkan teknologi," jelas Ketua Desa Wisata Pentingsari Sleman ini.

Pada 10 tahun lalu, omzet Desa Wisata Pentingsari Rp 200 juta per tahun. Kini, dengan memanfaatkan teknologi, men capai Rp 2,4 miliar per tahun.

Rektor Unika Seogijapranata Semarang Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IE mengatakan perkembangan teknologi memhawa dampak perubahan kehidupan masyarakat. Dan dari perubahan tersebut juga bisa dipastikan ada yang merasa dirugikan, namun ada pula yang diuntungkan.

(►Jawa Pos Radar Jogja 8 Desember 2017)

Kategori: