JANGAN MENYERAH DAN BERHENTI
Selasa, 5 Desember 2017 | 12:44 WIB

Chindya Paramitha Devi adalah Mahasiswa S2 atau Megister Teknologi Pangan Unika Soegijapranata yang berhasil mengkantongi IPK 3,81. Mahasiswa yang lahir di Salatiga, 11 Oktober 1990 ini juga almuni dari Unika Soegijapanata waktu S1 dulu di Teknologi  Pangan. Ia mengaku tidak bosan kuliah di unika karena pendidikan di Unika terkenal bagus dan ia merasakan sendiri dan ketika ia wisuda langsung lanjut ke jenjang S2 di Unika dan tidak mau jauh jauh lagi.

Mahasiswa ini mempunyai hobi membaca, menyanyi, traveling, nonton film. Ia memang dari dulu suka ingin tahu tentang teknik pangan jadi kalau cuma modal S1 kurang memadai Karena “Kompetisi saat ini semakin tinggi. Bermodalkan pintar saja tidak cukup. Jangan lekas puas jika sudah bisa menjadi pegawai kantoran. Kita harus memajukan diri sendiri, supaya ke depannya negara kita juga makin maju. Ilmu, wawasan yang luas, dan kreativitas itu mutlak dimiliki kalau kita mau maju. Dan hal itu bisa dicapai salah satunya dengan melanjutkan jenjang studi,” ujar Chindya

Dalam Jangka pendek ini ia ingin bekerja dulu menambah wawasan lagi dan juga link atau koneksi. Utk jangka panjang, mau wirausaha. dan setelah itu akan mulai untuk melanjutka S3.

Judul Tesisnya adalah “The Evaluation of Good Retailing Practices (GRP) and Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) Implementation for Fresh Seafood in “X” Retailer in Manado,” yang berisi tentang mencakup evaluasi penanganan produk ikan laut di ritel,  menganalisa tahapan penanganan ikan dimana bahaya berpotensi untuk muncul, dan juga mengembangkan tindakan pencegahan munculnya bahaya tersebut.

Ia sengaja memilih judul itu karena sangat tertarik dan ingin menguasai bidang Food Safety, karena merupakan hal pokok yang harus dipenuhi agar makanan layak konsumsi dan ada manfaat untuk orang lain. Dari sisi ritel, mereka memperoleh desain untuk pencegahan bahaya yang mungkin terjadi, sehingga menurunkan jumlah kerusakan produk. Tesis ini juga diharapkan dpt mengedukasi pembaca mengenai kualitas ikan laut segar dan bagaimana penanganannya yg baik.

Nah, Saat mengerjakan Tesis ia menceritakan sedikit tentang hal terebut “Saya mengerjakan tesis ini di tempat rantau, jauh dari keluarga, dan sambil mengurus suami juga anak. Jadwal penelitian saya yang mengharuskan untuk bekerja di laboratorium dari siang hingga malam, membuat suami saya harus mengambil cuti untuk mendampingi saya dan anak. Terkadang anak saya juga dititipkan di tempat rekan. Selain itu, kelengkapan peralatan dan fasilitas laboratorium tempat saya melakukan penelitian, jauh berbeda dengan di fakultas FTP Unika. Sehingga saya harus menyediakan peralatan lab sendiri dan impor dari jawa,” jelasnya.

Mengingat usahanya yang pantang menyerah telah menjadikannya wisudawan terbaik. “Kaget dan tidak menyangka kalau bisa meraih gelar ini,” ungkapnya.

Ia hanya membawanya dalam doa, supaya apa yang dikerjakan dapat menjadi berkat untuk keluarga dan sesama. Dan baginya, doa restu dari keluarga itu sangat besar perannya. Maka ia juga minta doa dari orangtua, keluarga, kerabat, atau bahkan ziarah ke leluhur.

Tips agar menjadi wisudawan terbaik dari Cindya yaitu totalitas dalam mengerjakan sesuatu dan jangan gampang menyerah. Jangan karena berbagai fasilitas yang kita dapat, membuat kita justru lengah dan kurang tangguh.

Ia bangga bisa menjadi alumni Unika, karena saya merasa memiliki nilai lebih dibandingkan dengan lulusan univeritas lain, salah satunya dengan adanya pengembangan soft skill. Tenaga pengajarnya profesional dan berkomitmen dengan tugasnya. Harapan kedepannya semoga Unika semakin banyak mencetak lulusan yg kreatif, kritis, dan berkepribadian.

MOTTO Chindya “Jangan menyerah dan berhenti untuk apa yg sedang kamu upayakan. Karena momen ketika kita berhenti itulah momen di mana sesungguhnya kesuksesan kita sudah dekat” (Dsa)

Kategori: ,