Aplikasi Halo, Cara Tingkatkan Layanan kepada Alumni
Selasa, 12 Desember 2017 | 14:12 WIB

WWS 12_12_2017 Aplikasi Halo, Cara Tingkatkan Layanan

Perkembangan teknologi digital kini sudah menyasar ke seluruh bidang.Tidak terkecuali penerapannya di perguruan tinggi. Hal ini yang mendorong Unika Soegijapranata, memperkenalkan aplikasi Halo Alumni. Tidak hanya mempermudah pelayanan, namun juga meningkatkan efisiensi, kecepatan hingga akurasi. Termasuk mendorong alumni, untuk lebih meningkatkan awareness atau kesadaran kepada almamater.

"KAMI ingin Unika menjadi rumah bagi alumni yang sering dikunjungi, meskipun tidak bisa secara secara fisik. Rumah digital bagi alumni, dalam bentuk aplikasi berbasis android Halo Alumni ini tidak hanya menjadi sarana berkomunikasi atau hanya sekadar terhubung dengan alumni, tetapi ada nilai tambah disitu,"papar Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr Ridwan Sanjaya MS IEC, dalam peluncuran disela wisuda periode III tahun 2017 di kampus Bendan Dhuwur Semarang, kemarin.

Salah satunya, apabila alumni membutuhkan kampus misalnya keperluan legalisir bisa melalui gadget tersebut. "Mereka tidak perlu datang ke kampus, bawa fotocopy ijazah lalu di cap legalisir dan tanda tangan basah. Dalam ijazah saat ini, yang penting bukan sekedar adanya cap basah karena itu konvensional, yang terpenting saat ini adanya verifikasi dan otentikasi. Untuk teknologi saat ini, kami memanfaatkan teknologi barcode atau kode batang untuk kebutuhan verifikasi" jelas Prof Ridwan.

Nantinya, bila barcode tersebut di scanning akan langsung terkoneksi dengan data server mahasiswa yang ada di Unika. Hasilnya juga akan langsung kelihatan. Ini juga lebih valid dan terpercaya. Tidak hanya itu, dalam Halo Alumni juga ada fitur Crowdfunding.

"Fitur tersebut memungkinkan alumni untuk menjadi investor, bagi startup atau program aplikasi baru yang dibuat oleh para mahasiswa Unika. Selain itu, kami juga berikan beberapa informasi sehingga para alumni bisa tahu kondisi terakhir di Unika. Seperti pekerjaan, seringkali para alumni membutuhkan universitas pada posisi entry level namun langkah selanjutnya mereka rata-rata mencari sendiri," lanjutnya.

Aplikasi
Padahal dengan menggabungkan banyak orang dalam satu aplikasi, memungkinkan untuk crowdsourcing (orang dalam aplikasi dapat saling berbagi informasi). Misalnya di kantor tempat alumni bekerja tersebut sedang membuka lowongan kerja, bisa dibagi melalui aplikasi tersebut sehingga alumni lainnya yang menginginkan peningkatan karir bisa mendapat informasi di Halo Alumni.

Disatu sisi, dengan aplikasi tersebut data para alumni Unika juga terpantau sehingga suatu waktu, saat dibutuhkan dalam rangka peningkatan akreditasi perguruan tinggi juga bisa digunakan untuk membantu almamater. "Ini menjadi win-win solution untuk semuanya," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dipaparkan, dalam waktu dekat ini Unika Soegijapranata akan membuka Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan. Hal ini seiring dengan terbitnya SK Men-ristekdikti No 620 / KPT/ I/ 2017, tentang izin pembukaan prodi tersebut. "Ini merupakan perjalanan yang panjang karena kami mengusulkan sejak 2013 dan baru mendapatkan izin di 2017 ini. Namun 4 tahun untuk proses pengusulan akhirnya terbayar dengan adanya penyerahan surat izin ini, karena program S3 ini memang yang sudah lama kami tunggu dan bagi kami ini sebuah hadiah sekaligus amanah. Adanya izin pembukaan S3 ini, merasa sudah lengkap sebagai universitas mulai dari S1, S2 dan sekarang doktoral (S3), pungkas Prof Ridwan Sanjaya.

Dengan diberikan izin ini, maka menambah jumlah program studi di Unika Soegijapranata menjadi sebanyak 24 program studi dengan rincian 14 proram studi di tingkat S1, 9 program studi di tingkat S2 dan 1 program studi di tingkat S3.

(â–ºWawasan 12 Desember 2017 hal. 17, 19)

Kategori: