Ambisi Yang Positif
Rabu, 6 Desember 2017 | 7:58 WIB

Hidup tanpa ambisi, bagaikan burung yang ingin terbang namun tak bersayap, nampaknya ungkapan itulah yang cocok menggambarkan bagi seorang wisudawan terbaik dari program studi Psikologi, Tan Theofena Dwimeyliani yang nantinya akan di wisuda pada Periode III tahun 2017 Unika ini. Fena, panggilan akrabnya menuturkan bahwa hidupnya memang sudah sejak awal kuliah selalu penuh ambisius, terutama di bidang akademik.

“Sejak awal memang aku selalu berambisi untuk lebih dari teman-teman yang lain, terkadang aku merasakan bahwa teman-temanku ada yang tidak nyaman dengan apa yang menjadi ambisi atau target tujuanku. Namun kembali lagi ke diri sendiri, ketika ambisiku tidak merugikan orang lain yaa sebisa mungkin aku harus melakukannya. Aku tidak ingin yang biasa-biasa saja dalam perkuliahan, tapi aku ingin bisa mencapai apa yang aku mau. Ibarat orang lain biasanya hanya mengerjakan tugas 2 lembar, aku berusaha dengan tenagaku sendiri supaya bisa 3-4 lembar.”

Ambisi yang dimiliki fena ini memang tak salah dan pantas jika ia mendapatkan gelar wisudawan terbaik pada periode ini. Dara kelahiran Semarang, 22 Mei 1996 berhasil menyelesaikan studinya di Psikologi dengan skripsi yang berjudul “Perbedaan Organizational Citizenship Behavior anggota UKM Fakultas Psikologi berdasarkan Big Five Personality” ini selain aktif dalam perkuliahan, ia juga tercatat pernah mengikuti berbagai kegiatan organisasi, salah satunya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa di Psikologi yaitu Sunrice. Bermodalkan keingintahuan akan bagaimana kinerja anggota UKMF bisa berjalan sukarela tanpa harus diberikan perintah terlebih dahulu,

“Sebenarnya saya ambil judul ini karena saya melihat OCB (Organizational Citizenship BehaviorI) pada anak-anak UKM kok kurang maksimal dan optimal, kurangnya rasa cinta terhadap UKMnya itu. Terus akhirnya aku baca literatur lalu menemukan beberapa faktor dan ambil salah satu faktor yaitu kepribadian. Namun saat itu disarankan oleh dosen pembimbing untuk ambil theory big five personality ini,” ungkap Fena

Ia juga bercerita bagaimana proses pengerjaan skripsi ini, mulai dari hambatan yang dialami seperti sulit untuk bertemu dengan mahasiswa anggota UKM, dan mencari literasi mengenai topik yang dibahas. Fena menuturkan bahwa dipilihnya anggota UKM karena lebih terjangkau pengambilan datanya daripada organisasi yang berskala besar, karena nantinya ia ingin membuat penelitian ini lebih simpel bisa dipertanggung jawabkan.

“Anak UKM di Fakultas lebih mudah ditemui karena kan memang masih dalam jangkuanku ya, apalagi mereka juga welcome dan humble waktu tahu aku meneliti mereka. Pengalaman ujian skripsi juga menjadi pengalaman luar biasa bagiku”.

Tak hanya itu, alumni SMA Sint. Louis Semarang ini juga pernah aktif di Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi untuk periode 2015/2016 sebagai sekretaris. Walaupun begitu disibukkan dengan berbagai kegiatan organisasi, tak membuat prestasi akademiknya menurun, hal ini dibuktikan dengan peraihan IPK  3,83 yang mampu membawanya ke prestasi yang membanggakan khususnya bagi yang mendukung proses pembuatan persyaratan untuk lulus dari S1 ini, seperti orang tua, teman-temannya serta kekasihnya. (Ign)

Kategori: ,