Wow, Dies Natalies ke-50, Fakultas Arsitektur Unika Soegijapranata Kumpulkan Benda Bersejarah Ini
Jumat, 3 November 2017 | 8:04 WIB
TRB 3_11_2017 Wow, Dies Natalies ke-50, Fakultas Arsitektur Unika Soegijapranata Kumpulkan Benda Bersejarah Ini

Krisprantono saat memberikan penjelasan mengenai struktur bangunan dan temuan di Pasar Johar Semarang dalam acara talkshow dan bedah karya.

Dalam rangka Dies Natalis ke 50 Arsitektur Universitas Katolik Soegijapranata, Fakultas Arsitektur dan desain menggelar talkshow dan bedah karya, Kamis (2/11/2017)

Acara tersebut diadakan di Gedung Monod Huise yang berada di jl Kepodang 11-13 kawasan kota lama Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Acara yang berjudul ‘Memahami Pasar Johar Paska Kebakaran?’ itu diikuti sekitar 100 peserta dari alumni, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Dalam acara itu  juga ditampilkan karya dan beberapa benda yang oleh mahasiswa kurun waktu 1967 hingga 2017.

Ketua panitia talkshow dan bedah karya, Gustav Anandhita mengatakan sengaja membawa benda dari awal terbentuknya Fakultas Arsitektur Unika soegijapranata sebagai sarana mengenang perjalanan fakultasnya.

“Kami sampai membentuk tim pemburu benda-benda antik khusus untuk mengumpulkan benda dari awal terbentuknya Arsitektur Unika. Arsitektur lebih tua dibandingkan Unika Soegijapranata,” ujar Gustav.

Ia menuturkan diselenggarakan di kota tua agar masyarakat mengetahui mengenai profesi arsitektur.

“Arsitektur lebih dikenal menjangkau kalangan atas namun tidak menjangkau kalangan bawah. Dengan kegiatan ini kami ingin menegaskan jika arsitek itu menjangkau semua kalangan,” tuturnya.

Talkshow dan bedah karya diisi oleh dua pembicara yakni Dosen Arsitektur Unika Soegijapranata yakni Krisprantono dan pemerhati bangunan lama yaitu Albertus Kriswardono.

Dosen Arsitektur Unika Soegijapranata, Krisprantono menerangkan jika struktur dari bangunan Pasar Johar Semarang sebelum terbakar memiliki material yang kuat dan layak untuk diperbaiki.

“Setelah kebakaran melanda Pasar Johar beberapa tahun lalu mengakibatkan mutu dari beton dan tulangan kemampuan sudah sangat menurun setelah dilakukan beberapa tes.  Dahulu Pasar Johar merupakan pasar termegah di Asia Tenggara yang memiliki struktur bangunan yang memudahkan angin dan sinar matahari masuk,” terang Krisprantono.

Ia mengungkapkan jika terdapat sesuatu yang menarik di pondasi Pasar Johar Semarang.

“Sekarang ini sedang dilakukan mokup terutama di pondasi dan di kolom sekarang masih proses. Bawah pondasi sekitar 11 meter diindikasikan ada satu pondasi lagi ini menarik untuk dikaji dari segi arkeologi,”ungkapnya.

(►http://jateng.tribunnews.com)

Kategori: