Unika Launching Komunitas Kewirausahaan Mahasiswa dengan Expo Ecopreneur
Senin, 27 November 2017 | 17:30 WIB

Pada hari Senin (27/11) dengan berlokasi di Selasar Gedung Thomas Aquinas, Program Studi Manajemen konsentrasi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata telah menyelenggarakan expo berkonsep ecopreneur sebagai tindak lanjut dari mata kuliah Pengambilan Keputusan Kreatif (PKK).

Menurut Koordinator mata kuliah PKK, Dr. Chatarina Yekti Prawihatmi, S.E, M.Si, pelaksanaan kegiatan expo ini merupakan yang pertama diselenggarakan di Unika Soegijapranata karena tidak hanya memfasilitasi mahasiswa untuk belajar bisnis tetapi juga membekali mereka dengan keilmuan supaya bisa diimplementasikan dalam karya nyata dengan mengusung tema ‘Ecopreneur For Better Future’.

“Jika biasanya di mata kuliah perekonomian Indonesia, saya hanya memberikan support kepada mereka agar mencintai produk dalam negeri. Namun di mata kuliah ini saya berusaha mendorong untuk menjadi wirausahawan yang lebih cinta lingkungan, baik dari sisi produk maupun kemasan lebih ramah lingkungan. Mereka membuat konsep, merancang produk hingga play acara ini. Diharapkan mereka punya kesadaran untuk tidak takut mencoba dan muncul keberanian akan berwirausaha. Ditambah lagi mereka juga melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial dan pengembangan bentuk usahanya juga dengan promosi dari mahasiswa sendiri,” jelasnya.

Launching Komunitas Kewirausahaan Mahasiswa

Bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan expo ecopreneur ini, turut dilaunching pula Komunitas Kewirausahaan Mahasiswa yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat berwirausaha dalam diri mahasiswa dan mewadahi aktifitas mahasiswa yang ingin berwirausaha yang berasal dari fakultas maupun tingkat universitas.

Kepengurusan Komunitas Kewirausahaan Mahasiswa yang diresmikan langsung oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Unika Soegijapranata, Dr. V. Kristina Ananingsih, S.T, M.Sc dan diketuai oleh Jethro Indra Harijanto dari Prodi Manajemen ini akan memelopori munculnya inkubator bisnis yang akan menjadi tempat sharing bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usahanya dan belajar bersama.

“Komunitas Kewirausahaan ini tidaklah terbatas untuk mahasiswa dari FEB saja, melainkan juga terbuka bagi seluruh mahasiswa di Unika, sepanjang ada usaha yang sedang dijalankan dan menghasilkan profit tanpa memandang besar ataupun kecil,”ujar Jethro Indra Harijanto sebagai ketua komunitas.

“Kebetulan saya juga sudah memulai usaha di bidang petshop selama kurang lebih hampir 2 tahun dan saya juga ingin membagikan tips mengenai cara mengembangkan bisnis melalui komunitas kewirausahaan mahasiswa ini. Saya melihat respon dari teman-teman antusias terutama dalam membuat suatu bisnis yang ramah lingkungan. Selain berorientasi pada profit juga perlu memperhatikan lingkungan. Program komunitas kewirausahaan yang disasar tidak terbatas hanya untuk FEB saja melainkan dari berbagai fakultas yang ada di Unika bahkan dari luar Unika juga diberikan kesempatan untuk bergabung, ” terang Jethro.

Menurut Kristina, hal ini sejalan dengan semangat Universitas yang sedang berjalan yakni Unika Connect, “Semangat Unika connect ini sejalan dengan pengembangan talenta-talenta mahasiswa yang bergerak di bidang wirausaha, kami berusaha mencari bibit-bibit unggul yang nantinya juga akan kami salurkan kepada Investor apabila memang produk yang dihasilkan oleh mahasiswa memang menarik. Baru saja kami bekerja sama dengan berbagai Instansi untuk pengembangan start-up tersebut, melalui komunitas ini kami mengajak bagi seluruh kalangan dan lintas program studi untuk ikut andil dalam komunitas wirausaha ini. Sementara memang masih dipelopori oleh mahasiswa FEB,” ungkap Kristina.

Respon Peserta

Salah satu peserta expo Gabriel Aprilianto Supatra mengaku antusias dengan program expo yang dilaksanakan karena dapat melatih jiwa entrepreneur sekaligus cinta lingkungan, ia juga mengaku belajar kekreatifan dari mata kuliah ini,

“Saya beserta Kelompok saya belajar bagaimana membuat suatu rancangan usaha yang pastinya harus ramah lingkungan, kebetulan produk dari kelompok kami adalah sofa yang berbahan dasar dari botol air mineral bekas. Jika biasanya sofa dibuat dari kayu maupun besi, kita coba kembangkan dengan bahan yang sering kita jumpai seperti botol air mineral, kami kombinasikan dengan busa serta kami bungkus menjadi sofa. Idenya memang sudah lama terbentuk, namun baru tersampaikan idenya melalui kegiatan ini. Modal yang diperlukan juga terjangkau serta harga jual juga bersaing dengan kursi dari bahan yang lain. Harapan dari kegiatan ini adalah mahasiswa yang mau berkembang dan memiliki ide yang unik bisa dikembangkan lagi, dan tidak takut kegagalan serta dapat berfikir out of the box,” pungkas Gabriel. (Ign)

Kategori: ,