Rayakan Pindah Tugas Pastoran Dengan Berjalan Kaki 15 Kilometer
Rabu, 29 November 2017 | 8:26 WIB

Menjelang pemberkatan pastoran “Johanes Maria” Unika Soegijapranata pada Kamis (30/11/2017) mendatang, Romo Aloysius Budi Purnomo Pr yang merupakan Romo Kepala Reksa Pastoral Kampus Unika secara definitif pada Selasa (28/11/2017) melakukan prosesi “Pindah Tugas Pastoran” dari Gereja Kristus Raja Paroki Ungaran ke Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata. Kepindahan ini sendiri dilakukan dengan cara sederhana, tidak dengan menggunakan alat transportasi kendaraan tetapi melainkan dengan cara berjalan kaki sepanjang kurang lebih 15 kilometer.

Romo Budi, begitu sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa “pindahan pastoran” dengan cara berjalan kaki ini merupakan tradisi yang sudah lama beliau lakukan sejak dahulu ketika mendapatkan mutasi tempat tugas pelayanan yang baru.

“Pindah pastoran dengan cara jalan kaki ini merupakan tradisi atau kebiasaan yang sudah lama. Dulu dari paroki Kebon Dalem pindah ke Paroki Ungaran jalan kaki, terus ketika pindahan dari suatu paroki di Magelang pindah Ke Jogja ya jalan kaki” ungkap Romo Budi.

Beliau menambahkan tradisi seperti ini yang sudah lama ia lakukan sebagai salah satu bentuk penghayatan dirinya menanggapi panggilan hidupnya sebagai seorang pastor.

“Saya terbiasa pindahan dengan jalan kaki seperti ini untuk mengingat semangat perziarahan hidup menghayati jalan panggilan saya” tambah Romo Budi.

Sebagai informasi, sebelum Romo Budi bertugas sebagai Kepala Reksa Pastoral Kampus Unika per 16 Juni 2017 yang lalu, Romo Budi merupakan pastor pembantu di Gereja Kristus Raja Paroki Ungaran sejak 3 November 2015 yang lalu. Romo Budi berharap setelah resmi menempati Pastoran Johannes Maria Unika ini bisa memberikan pelayanan yang lebih bagi keluarga besar Unika. Pelayanan yang lebih itu dengan berencana akan menyelenggarakan Ekaristi Harian karena ekaristi merupakan sumber dan puncak hidup beriman.

Jalan Kaki Banyak Manfaat Positif.

Fransiskus Xaverius Supardiman yang merupakan anggota dewan di Gereja Kristus Raja Paroki Ungaran yang khususnya menjabat sebagai Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan serta kebetulan mendapat tugas mewakili gereja untuk menyerahkan Romo Budi ke Unika mengungkapkan bahwa dengan berjalan kaki merupakan salah satu bentuk kebersamaan di tengah tengah masyarakat sekitar.

“Kalau kita Dewan Paroki Gereja Ungaran melihat hal ini (pindah tugas pastoran dengan jalan kaki-red) adalah sebagai bentuk membangun kebersamaan dan membaur di dalam masyarakat”ungkap Supardiman.

Membaurnya Romo Budi dengan masyarakat sekitar ketika berjalan kaki ini terbukti saat di tengah tengah perjalanannya ada seseorang yang mencegat beliau untuk sekedar bersalaman maupun untuk meminta berkat dari Romo Budi.

“Tadi ketika Romo Budi berjalan kaki, ada seseorang yang mengajak bersalaman ya beliau pun langsung bersalaman. Ada pula yang meminta berkat. Hal itu bisa menjadi bukti bahwa Romo Budi merakyat. Juga menjadi bentuk kebersamaan Romo Budi dengan masyarakat sekitar tanpa batas” tambah Supardiman.

Sementara itu, Theodorus Sudimin atau yang biasa disapa pak Theo yang merupakan Ketua The Soegijpranata Institute yang kebetulan pada acara Pindah Tugas Pastoran mendapat tugas mewakili Unika menerima Romo Budi menyatakan bahwa dengan berjalan kaki merupakan salah satu bentuk hidup sederhana.

“Ini sebagai sebuah sikap kesederhanaan hidup dan sekaligus ada unsur ingin “Mati Raga”. “Mati Raga” dalam artian mau hidup rekoso atau mau hidup susah” terang Theo.

Dari hasil pantauan tim Kronik di lapangan, prosesi “Pindah Tugas Pastoran” dengan cara berjalan kaki ini menarik antusias atau animo para rombongan sekitar kurang lebih 60 orang yang ikut berjalan kaki dengan Romo Budi. Keantusiasan tersebut terlihat ketika berjalan kaki sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB masih diguyur hujan lebat, mereka tetap bersemangat berjalan kaki tanpa henti. Para rombongan yang berjalan kaki berasal dari berbagai kalangan, ada yang merupakan umat gereja Kristus Raja Paroki Ungaran, ada pula dari rekan rekan lintas iman.

Prosesi “Pindah Tugas Pastoran” dengan cara berjalan kaki ini ditutup dengan kegiatan ramah tamah bersama sebagai ungkapan syukur dan juga dengan penampilan Tari Sufi dari mahasiswa Universitas Islam Negeri Semarang yang diselenggarakan di Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata. (Holy)

Kategori: ,