Raih Kesempatan
Senin, 13 November 2017 | 12:12 WIB

WWS 11_11_2017 Raik KesempatanHARGAI setiap kesempatan untuk mendapat ilmu, sebab tidak semua orang memperolehnya. Hal ini dilakukan Monica Christiana Widodo, alumnus Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, yang meraih predikat wisudawati terbaik dengan IPK 3,91.

"Hargai kesempatan itu, dengan belajar maksimal dan tentunya jangan lupa mengembangkan din dengan mengikuti berbagai kegiatan yang diminati. Setiap kegiatan itu akan membantu kita mengenal diri lebih lagi, termasuk potensi-potensi yang menjadi kelebihan kita," terang Monica, dalam suatu kesempatan belum lama ini.

Monica, selain aktif di fakultas, juga bergabung pada organisasi Group of Leaders on Research and Society (Glory-6) dan Tim Edukasi Fakultas Psikologi. Penghobi baca buku ini, juga merupakan juara III SOTY (Student of The Year) pada tahun 2015.

Dari prestasinya ini, membuat dia mendapat kesempatan mengikuti student conference The Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU) 2015 yang diadakan di Unika Soegijapranata. Termasuk ASEACCU 2016, yang digelar di University of Notre Dame Australia dengan full sponsorship.

Tak puas cuma aktif di lingkup universitas, Monica juga bergabung dalam beberapa kegiatan, seperti mengikuti London International Model United Nations (LIMUN) 2015, yang diadakan di Central Hall Westminster dan Imperial College London.

Pada simulasi sidang PBB tersebut, dia mewakili Republic of Angola di komite United Nations General Assembly First Committee: Disarmament and International Security (DISEC).

"Beragam kegiatan yang saya ikuti, membuat saya lebih mengenal diri saya, seperti tentang apa yang saya sukai, apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan saya. Saya juga mengasah soft skill seperti interpersonal skill dan leadership," ujar kelahiran Semarang, 10 Agustus 1995 ini.

Baginya, motto yang selalu dipegang adalah ‘Jadilah yang terbaik untuk diri sendiri’. "Perhatikan dan kerjakan dengan sebaik-baiknya pekerjaan dan tugas kita, karena dengan begitu kita akan mendapatkan kepuasan atas pekerjaan yang terselesaikan dengan baik, dan kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain," pungkas-nya.

(►Wawasan 11 November 2017, hal. 17)

Kategori: