Peringati Dies Natalis ke-50 FAD Unika Gelar Pameran dan Bedah Karya
Kamis, 2 November 2017 | 10:42 WIB

Memperingati Tahun Emas atau Dies Natalis ke-50, pada Rabu (1/11) Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata mengadakan Pembukaan Pameran Karya, Foto, dan Pentas Musik Jazz bertempat di Gedung Monod Huis Kota Lama, Semarang. Dalam pembukaan pameran turut hadir Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Benny Danang Setianto, SH., LL.M., MIL, Dekan FAD Unika Dra. B.Tyas Susanti, MA, PhD, Ketua Program Studi Arsitektur MD Nestri Kiswari, ST, MSc, dan Ketua Panitia Dies Natalis ke- 50 FAD Unika Ir. Afriyanto Sofyan ST. B, MT serta Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jawa Tengah Sugiarto, IAI. Adapun acara Pameran Karya, Foto, dan Pentas Musik Jazz berlangsung mulai hari  Rabu (1/11) hingga Sabtu (4/11).

Tampilkan Karya Sketsa

Dalam sambutannya, Dra. B.Tyas Susanti, MA, PhD selaku Dekan FAD menyampaikan “50 tahun menjadi perjalanan yang cukup panjang dengan melahirkan banyak alumni dengan karya luar biasa. Tepat di hari ini, Ulang tahun ke-50, kami memamerkan karya-karya alumni namun tidak hanya karya alumni saja tapi juga ada karya mahasiswa yang memperoleh penghargaan dari berbagai kompetisi. Di pameran ini kami juga menampilkan karya-karya sketsa dari Arsitektur. Selain menampilkan karya dari mahasiswa, kami juga memamerkan dokumentasi foto perjalanan 50 tahun Fakultas Arsitektur dan Desain mulai saat Unika berdiri dengan nama Unika Atmajaya Cabang Semarang kemudian berganti menjadi ITKS (Institut Teknologi Katolik Semarang), hingga sekarang Unika Soegijapranata. Kami berharap pameran ini bisa menjadi ajang silaturahmi dosen, mahasiswa, dan alumni,” jelas Santi.

UU Arsitek

Dalam peringatan Dies Natalis ke-50 FAD Unika Soegijapranata, Sugiarto, IAI mewakili alumni FAD Unika sekaligus Ketua IAI Jawa Tengah menyampaikan terima kasih kepada para dosen. Ia pun menegaskan bahwa alumni FAD Unika Soegijapranata telah tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa karyanya juga berhasil menembus dunia Internasional. Selain menyampaikan ucapan terima kasih, Sugiarto juga berpesan bahwa saat ini Profesi Arsitektur merupakan profesi terhormat dan telah menjadi aset negara karena UU Arsitek yang melindungi baru saja disahkan presiden dan segera diberlakukan. Sugiarto pun berharap seluruh lulusan arsitek dapat bergabung dengan IAI karena dalam Undang-Undang hanya IAI, organisasi profesi arsitektur yang diakui. Sugiarto pun juga menegaskan bahwa selanjutnya IAI akan menjalin kerjasama dengan Unika Soegijapranata dalam bentuk yang lebih konkret.

Dekatkan dengan Publik

Ketua Program Studi Arsitektur Unika, MD Nestri Kiswari, ST, MSc juga menjelaskan tentang pelaksanaan Pameran FAD di Monod Huis, “Pemilihan tempat Gedung Monodhuis yang berlokasi di Kota Lama bukanlah tanpa alasan. Dari gedung ini, kami berharap dapat menjalin kedekatan dengan publik. Seperti yang telah disebutkan Ibu Santi, kami juga menampilkan foto rangkaian perjalanan FAD selama 50 tahun. Kami mengundang para alumni untuk bernostalgia melalui rangkaian foto tersebut. Kami juga menampilkan suasana dulu yang berbeda dengan saat ini karena dulu arsitektur masih berada di bawah Fakultas Teknik. Sambil menikmati pameran karya, para pengunjung juga dimanjakan pentas Musik Jazz. Tidak lupa, untuk menambah wawasan kami juga mengadakan kegiatan diskusi dan bedah karya yang dimulai Kamis (2/10), salah satunya berbicara mengenai Pasar Johar, arsitektur bersejarah di Kota Semarang,” jelas Nestri.

“Mengambil istilah Soekarno, JAS MERAH (JAngan Sekali kali MEninggalkan sejaRAH), bahwa Unika Soegijapranata besar tidak lepas dari FAD dimana sejarah berawal dari tahun 1967 dengan berdirinya Unika Atmajaya Cabang Semarang. Pergerakan politik pada masa itu memaksa banyak institusi untuk menghentikan kegiatannya. Beberapa tokoh di Unika Atmajaya Cabang Semarang menolak hal tersebut dan mendirikan ITKS sampai dengan 1981 dan tepat di tahun 1982, tercetuslah nama Unika Soegijapranata. Setelah 50 tahun berdiri, perubahan yang terdapat di FAD tidak lepas dari sistem pendidikan. Kami pun menyadari bahwa kami tidak bisa berdiri sendiri sehingga kami mulai menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya dan organisasi profesi seperti IAI. Terlebih lagi, kami cukup senang karena profesi yang kami jalani telah dilindungi dengan disahkannya UU Arsitektur,” pungkas Sofyan. (Cal)

Kategori: ,