Mgr Rubiyatmoko Resmikan Pastoran Unika Soegijapranata Semarang
Kamis, 30 November 2017 | 17:18 WIB

Beritasatu 30_11_2017 Mgr Rubiyatmoko Resmikan Pastoran Unika

Hari Kamis, 30 November 2017 menjadi hari bersejarah bagi Unika Soegijapranata Semarang pada umumnya dan bagi reksa pastoral kampus atau campus ministry Unika Soegijapranata Semarang khususnya.

“Sebab hari ini, Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata diberkati oleh Mgr Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang,” kata Romo Aloys Budi Purnomo Pr, Pastor Kepala Campus Ministry dalam keterangannya, Kamis (30/11).

Pada dasarnya, kata Romo Budi, pastoran baru ini diintensikan untuk dua hal pokok. Pertama, pastoran baru diintensikan untuk meningkatkan reksa pastoral kampus Unika Soegijapranata. Dalam rangka itulah maka siapa pun yang diutus oleh Uskup Agung Semarang dengan tugas sebagai Pastor Kepala Campus Ministry akan tinggal di pastoran ini.

“Kebetulan, saya menjadi pastor pertama yang menempati dan tinggal di pastoran baru ini. Itulah sebabnya, berdasarkan Surat Keputusan Uskup Agung Semarang saat ini, yakni Mgr. Robertus Rubiyatmoko, saya pindah dari pastoran Ungaran ke pastoranJohannes Maria Unika, dua hari menjelang pemberkatan (Selasa, 28/11/2017) yang lalu,” ujarnya.

Selain Romo Budi, yang juga akan tinggal di pastoran ini adalah pastor yang bertugas sebagai Kokerma (Koordinator Kerasulan Mahasiswa) Kevikepan Semarang. Saat ini Pastor Kokerma Kevikepan Semarang adalah Romo V Yudho Widianto Pr. “Maka beliau pun, yang sementara ini tinggal di pastoran Katedral Semarang, juga akan pindah dan tinggal di pastoran Unika Soegijapranata,” jelas Romo Budi.

Kedua, lanjut dia, pastoran baru ini juga diintensikan untuk The Soegijapranata Institute (TSI) dalam rangka menggali spirit Mgr Albertus Soegijapranata yang menjadi nama dan patron Universitas Katolik satu-satunya di Semarang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

Mgr Albertus Soegijapranata adalah Uskup "pribumi" pertama di masa kolonialisme Belanda. Mgr Albertus Soegijapranata juga merupakan salah satu pahlawan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Wajarlah, spirit Mgr. Albertus Soegijapranata harus terus-menerus digali dalam rangka kemajuan Unika Soegijapranaya demi pengembangan bakat dan talenta untuk bangsa dan umat manusia sebagaimana menjadi motto Unika Soegijapranata: talenta pro patria et humanitate.

“Itulah sebabnya, selain menjadi pastoran – rumah tempat tinggal pastor – dalam rangka Campus Ministry, pastoran Johanes Maria juga menjadi basis karya TSI. Ada dua ruangan diintensikan untuk kepentingan TSI, baik sebagai tempat untuk rapat rutin dan untul kantor ketua TSI, yang saat ini dijabat oleh Theodorus Sudimin,” ungkap Romo Budi.

Baik Campus Ministry maupun TSI bekerjasama dan bersinergi dalam rangka menjaga dan mengembangkan marwah dan spirit Unika Soegijapranata sebagai Universitas Katolik yang memiliki patron Mgr Albertus Soegijapranata.

“Salah satu spirit dasar yang diwariskan oleh Mgr Albertus Soegijapranata yang harus menjadi marwah Unika Soegijapranata adalah 100% Katolik, 100% Indonesia,” tandas Romo Budi.

100% Religius, 100% Nasionalis
Sejak bertugas sebagai Pastor Kepala Campus Ministry Unika Seogijapranata per tanggal 16 Juni 2017 lalu, Romo Budi mengembangkan spirit 100% Katolik, 100% Indonesia menjadi 100% religius, 100% nasionalis. Itulah yang menjadi visi dan misi Romo Budi sebagai pastor kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata.

“Visi 100% religius, 100% nasional berbingkai semangat keberagaman. Maka, 100% religius apa pun agamanya, 100% nasionalis apa pun kewarganegaraannya. Mengapa? Karena yang terlibat dalam sivitas akademika Unika Soegijapranata itu beragam secara agama,” katanya.

Menurut Romo Budi, dosen, tenaga kependidikan, karyawan-wati maupun mahasiswi-mahasiswa berada dalam keberagaman agama: Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu. Maka, Romo Budi pun mengembangkan slogan 100% Katolik menjadi 100% religius, apa pun agamanya.

“Semangat 100% religius juga dikembangkan dalam konteks interreligius. Semakin kita religius, semakin kita interreligus. Semakin interreligius, semakin pula kita religius,” jelasnya.

Dalam konteks kebangsaan, oleh karena yang belajar di Unika Soegijapranata ada juga yang berasal dari negara lain; maka slogan 100% Indonesia dikembangkan Romo Budi menjadi 100% nasionalis, apa pun kewarganegaraan yang bersangkutan.

“Dalam konteks inilah, apa pun agamanya, setiap warga sivitas akademika Unika Soegijapranata diajak untuk bertumbuh dan berkembang dalam sikap hormat dan cinta Tanah Air Indonesia. Yang berkebangsaan lain pun diharapkan memiliki rasa cinta pula kepada bangsa dan negara serta Tanah Air Indonesia,” ungkapnya.

Dalam dua hal itulah, rumah (patoran) baru Unika Soegijapranata menandai sejarah baru dan memulai semangat baru. “Semoga warna dan harapan itu dapat diwujudkan dalam sinergi antara Campus Ministry dan The Soegijapranata Institute dalam kerjasama dengan Rektor berserta jajaran Tim Rektorat Unika Soegijapranata,” ucapnya.

Mgr Pujasamarta Peletak Dasar
Lebih jauh Romo Budi mengungkapkan alasan pastoran ini diberi nama Johannes Maria. Nama Johannes Maria, jelas dia, diambil dari nama mendiang Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Maria Pujasumarta.

“Beliaulah yang meletakkan dasar-dasar dan memulai adanya Campus Ministry Unika Soegijapranata. Beliau juga yang merupakan Uskup Agumg Semarang yang mulai menugaskan dan menempatkan seorang pastornya sebagai Kepala Campus Ministry di Unika Seogijapranata sebagai full-timer,” jelas Romo Budi.

Campus Ministry dimulai sejak Romo Yohanes Gunawan Pr, Pastor Kepala Campus Ministry periode sebelum Romo Budi, yang saat ini sedang studi doktoral di Roma, Italia. Romo Gunawan Pr melanjutkan visi pendahulunya yang juga sedang studi di Austria, Romo Sukristiono Pr yang mengatakan bahwa tugas Pastor Kepala Campus Ministry adalah "mengkatolikkan Universitas Katolik Soegijapranata".

“Dari para pendahulu saya yang baik, saya pun mewarisi kebaikan dan karya-karya yang bagus. Maka saya tinggal melanjutkan saja dan mempertahankan yang baik itu sambil memperkembangkan hal-hal yang bisa dilakukan dalam konteks 100% religius apa pun agamanya dan 100% nasionalis apa pun kebangsaannya. Itulah semangat baru yang hendak kami hadirkan dan wujudkan dari pastoran yang baru untuk mengukir sejarah masa depan yang baru pula,” katanya.

Penandatanganan prasasti
Upacara pemberkatan dan peresmian pastoran unika dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi. Mgr. Robertus menjadi selebran utama. Empat romo laim mendampingi sebagai konselebrans yakni Romo Ig Suharyono Pr, Romo R. Sugihartanto Pr, Romo V Yudho Widianto Pr dan Romo Budi.

Sesudah Misa pemberkatan dilaksanakan peresmian dengan penandatanganan prasasti oleh Mgr Robertus didampingi Ketua Yayasan, Rektor, Wakil Rektor, dan Romo Budi. Sesudah itu, acara dilanjutkan dengan santap siang bersama.

Dalam kesempatan itu, Romo Budi pun mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko yang berkenan memberkati dan meresmikan Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata Semarang.

Selanjutnya ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dr Aloysius Agus Suryono, Ketua Yayasan Sanjoyo, Romo R. Sugihartanto Pr yang menjadi ketua panitia pembangunan pastoran tersebut, Romo Ig. Suharyono Pr sebagai Romo Paroki St. Atanasius Karangpanas.

“Terima kasih juga kepada Rektor Unika Soegijapranata –baik Prof Dr Ir Y Budi Widianarko maupun Prof Dr F Fidwan Sanjaya– beserta seluruh jajaran Wakil Rektor, khususnya WR II –baik Ibu Inneke maupun Ibu Theresia, panitia peresmian pastoran baru –Pak Thomas dan kawan-kawan, khususnya Mbak Yuli dan Mas Tri serta Mas Nanang. Tak ketinggalan terima kasih kepada rekan-rekan Tim Campus Ministry Unika Soegijapranata –Sr. Elsa CM, Pak Yoso, dan tim OMK serta PAPI dan Paduan Suaranya. Tuhan memberkati kita semua,” pungkas Romo Budi.

(►http://www.beritasatu.com)

Kategori: