FAD Unika Bernostalgia Melalui Foto dan Karya Arsitektur
Senin, 6 November 2017 | 8:13 WIB
SM 4_11_2017 FAD Unika Bernostalgia Melalui Foto dan Karya Arsitektur

Deretan foto, benda-benda yang pernah digunakan untuk perkuliahan dan karya berjajar dipamerkan di Gedung Monod Huis di kawasan Kota Lama. Diiringi musik Jazz di luar gedung, pameran karya dan foto serta diskusi memeringati 50 tahun berdirinya Fakultas Arsitektur dan Design (FAD) Unika Soegijapranata.

Ketua Program Studi Arsitektur Unika MD Nestri Kiswari ST MSc menyatakan, pameran ini memperlihatkan perjalanan 50 tahun FAD. Sejak dari berdirinya, berada di bawah Fakultas Teknik dan kemudian menjadi Fakultas tersendiri sampai saat ini.

“Saat berada di bawah Fakultas Teknik, ada nuansa yang berbeda dibandingkan saat sudah menjadi Fakultas tersendiri. Kami juga mengundang alumni untuk bernostalgia, melalui foto-foto masa lalu dan benda-benda yang pernah digunakan sebagai fasilitas penunjang perkuliahan,” kata Nestri Kiswari di Monod Huis, belum lama ini.

Mengenai pemilihan tempat pameran, ia menjelaskan, selain membawa suasana seperti pada masa lalu juga berharap dapat menjalin kedekatan dengan publik. Lokasi Monod Huis lebih mudah diakses masyarakat umum, untuk melihat pameran sekaligus memperkenalkan FAD melalui karya-karya yang pernah dibuat dan dipamerkan.

“Sembari menikmati pameran karya, para pengunjung juga dimanjakan pentas Musik Jazz. Tidak lupa, untuk menambah wawasan kami juga mengadakan kegiatan diskusi dan bedah karya yang dimulai Kamis (2/10), salah satunya berbicara mengenai Pasar Johar, arsitektur bersejarah di Kota Semarang,” tuturnya.

Sementara Ketua Panitia Ketua Panitia Dies Natalis ke- 50 FAD Ir Afriyanto Sofyan ST B MT menyatakan, perjalanan Unika Soegijapranata tidak lepas dari keberadaan FAD. Ia mengambil istilah Presiden Pertama RI Soekarno, Jasmerah di mana pada 1967 dengan berdirinya Unika Atmajaya Cabang Semarang di dalamnya terdapat Jurusan Arsitektur.

“Pergerakan politik pada masa itu memaksa banyak institusi untuk menghentikan kegiatannya. Beberapa tokoh di Unika Atmajaya Cabang Semarang kemudian mendirikan ITKS sampai dengan 1981 dan tepat di tahun 1982 tercetuslah nama Unika Soegijapranata,” tambahnya.

Setelah 50 tahun berdiri, perubahan yang terdapat di FAD tidak lepas dari sistem pendidikan. Pihaknya menyadari bahwa kami tidak bisa berdiri sendiri sehingga kami mulai menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya dan organisasi profesi seperti IAI. Terlebih lagi, kami cukup senang karena profesi yang kami jalani telah dilindungi dengan disahkannya UU Arsitektur.

Pameran karya, foto, diskusi dan pentas musik Jazz ini dibuka pada Rabu (1/1) lalu untuk memeringati Tahun Emas atau Dies Natalis ke-50 FAD Unika Soegijapranata. Kegiatan tersebut berlangsung hingga Sabtu (4/1).

(►http://www.suaramerdeka.com)

Kategori: