Dies Natalis ke-50 Arsitektur Unika Soegijapranata–“Mencetak Ribuan Sarjana Berkualitas”
Senin, 6 November 2017 | 14:56 WIB

WWS 6_11_2017 Dies Natalis ke-50 Arsitektur Unika Soegijapranata

Arsitektur, menjadi salah satu program studi (prodi) cikal bakal berdirinya Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata Semarang. Jurusan tersebut sudah ada, sejak dari sebelumnya universitas tersebut bernama Universitas Katolik Atma Jaya Semarang, kemudian Institut Teknologi Katolik Semarang (ITKS), hingga terbentuk menjadi Unika Soegijapranta pada 5 Agustus 1982.

"Prodi arsitektur Unika sudah berdiri sejak 1967, hingga kini usianya tepat 50 tahun. Sejarah panjang Unika Soegijapranata, tidak bisa terlepas dari prodi ini. Keberadaan para pelopor hingga alumni hingga angkatan sekarang, menjadi warna bagi arsitektur yang kini menjadi Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD)," papar Dekan FAD Unika, Dra Tyas Susanti PhD di sela puncak perayaan Dies Natalis ke-50 Arsitektur Unika Soegijapranata, di kampus tersebut, Sabtu (4/11).

Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada mereka yang turut andil dalam perkembangan Arsiktektur Unika. Empat tokoh tersebut yakni Prof Agnes Widanti, Ir Pujo Lukito, Erik Bratakusuma dan salah satu karyawan yang kini sudah puma, Heru.

"Pemberian penghargaan kepada tokoh arsitektur pada masa itu merupakan inisiatif para alumni yang ikut reuni. Kita menilai, empat orang tersebut pada masa berdirinya arsitektur Unika merupakan orang yang berdedikasi tinggi di kampus," ujar Ketua Alumni Arsitektur Unika Epri Widi Angkoso.

Lebih lanjut Epri menuturkan, ada tiga pilar yang harus saling bahu membahu dalam meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi yakni mahasiswa, dosen dan alumni. "Alumni menjadi contoh nyata, hasil keilmuan dan pendidikan bagi suatu perguruan tinggi. Alumni sudah tersebar di seluruh pelosok dalam negeri hingga luar negeri. Melalui wadah Ikatan Alumni Arsitektur Unika Soegijapranata (Ikasa Soepra), kita bersama memajukan almamater dan bangsa," tandasnya.

Hingga saat ini, lebih dari dua ribu orang alumni dihasilkan, beberapa di antaranya menempati posisi jabatan yang cukup strategis di birokrasi pemerintahan, perusahaan-perusahaan besar, perguruan tinggi maupun asosiasi profesi terkait. "Para alumni ini telah memberikan kontribusi yang cukup berpengaruh dalam membentuk masyarakat yang semakin maju, beradab, sekaligus berbudaya, khususnya di lingkungan Jawa Tengah," lanjutnya.

Sebagai bagian dari masyarakat, Program Studi Arsitektur mengembangkan fokus kajian Eko-arsitektur yang menitikberatkan pada konsep-konsep pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan keserasian dan keseimbangan hidup, makro dan mikro kosmos, atara manusia dan alam, melalui penciptaan bangunan dan lingkungan binaan sebagai medianya.

(â–ºWawasan 6 Nopember 2017, hal. 11) 

Kategori: