Asisten Profesor Providence University Taiwan Kunjungi FTP Unika
Jumat, 10 November 2017 | 8:24 WIB

Fakultas Teknonogi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata selama sepekan ini mendapatkan kunjungan dari seorang asisten profesor dari Providence University Taiwan yaitu  Dr. Yaolin Weng.

Latar belakang  Dr. Yaolin Weng adalah seorang Registered Dietetian di Taiwan, assistant professor di Providence University Taiwan, seorang alumnus dari China Medical College, Oregon University, dan Tulane University untuk gelar Master dan Ph.D. Bidang utama yang digelutinya meliputi nutrition education, nutrition conselling, dan public health. Sedangkan penelitian yang dilakukannya adalah mengenai nutrition surveillance.

Kunjungannya yang dimulai pada hari Senin (6/11) lalu, Dr. Yaolin memulai aktivitasnya sebagai visting lecturer di Unika Soegijapranata dimulai dengan tur mengenal dosen-dosen, petugas administrasi, ruang kelas, serta laboratorium di Fakultas Teknologi Pertanian. Selain itu, ia bersama dengan tim Nutrisi dan Pangan Fungsional (NPF) juga berdiskusi mengenai perbandingan antara Providence University dan Unika Soegijapranata. Setelah itu, Dr. Yaolin menghadiri kelas Indonesian Cuisine yang diajarkan oleh Meiliana, S.Gz., M.S dan ikut mendengarkan presentasi informatif mengenai kuliner Bali yang disampaikan oleh mahasiswa. Kelas Indonesian Cuisine disampaikan dalam bahasa Inggris karena beberapa mahasiswa luar negeri juga mengikuti kelas tersebut. Dr. Yaolin mengungkapkan bahwa dirinya cukup terkesan dengan kemauan dan kemampuan instruktur maupun mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kelas berbahasa Inggris tersebut.

Setelah kelas Indonesian Cuisine, Dr. Yaolin memberikan kuliah di kelas Nutritional Assessment and Basic Dietetics dengan topik Introduction of Nutrition Education and Counseling. Khusus hari itu, mahasiswa mendapatkan kelas dalam bahasa Inggris. Meskipun beberapa kali terjadi miskomunikasi, tetapi respon dari mahasiswa cukup baik. Teks yang terdapat pada power point presentation sangat membantu mahasiswa dalam memahami materi yang diberikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang lebih formal dengan tim NPF mengenai profil departemen, kurikulum, dan topik-topik penelitian.

Sedangkan pada Kamis (9/11), Dr. Yaolin berkesempatan untuk mengajar dalam kelas Ilmu Gizi yang dibawakan dalam Bahasa Inggris. Dalam kelas tersebut, ia menjelaskan mengenai kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan dalam setiap fase pertumbuhan manusia. “Kebutuhan nutrisi yang kita butuhkan untuk setiap fase pertumbuhan berbeda-beda,” ungkapnya dalam bahasa Inggris. “Oleh sebab itu, kita harus selalu memperhatikan nutrisi dalam makanan yang kita makan,” tambahnya.

Fase pertumbuhan manusia terbagi tujuh bagian, yakni masa kehamilan, pemberian Air Susu Ibu (ASI), masa pertumbuhan bayi, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan dewasa akhir. Ia menjelaskan bahwa pada masa kehamilan, ibu yang sedang mengandung akan membutuhkan asupan makanan dengan porsi yang lebih banyak dari biasanya sebab nutrisi dari makanan akan dibutuhkan bagi ibu dan janin. Beberapa kandungan nutrisi yang dibutuhkan adalah folatm zat besi, kalsium, vitamin D, vitamin C, vitamin A, dan Zn.

Ia juga menyampaikan bahwa minuman alkohol harus dihindari pada masa kehamilan. Masa menyusui atau lactating sebenarnya justru membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak. ASI mengandung antibodi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi yang terdapat dalam bentuk yang mudah dicerna oleh bayi. Pada masa pertumbuhan bayi sekitar umur 4 – 6 bulan, beberapa jenis makanan mulai dikenalkan. “Dalam mengenalkan makanan sebaiknya dilakukan satu demi satu jenis makanan baru, tidak secara bersamaan. Hal ini akan sangat membantu untuk mengetahui bila anak mengalami alergi terhadap suatu makanan tertentu,” jelasnya.

Seiring dengan berkembangnya usia, asupan makanan pun lebih disesuaikan dengan banyaknya aktivitas pada tahap remaja maupun dewasa. Ketika memasuki umur 50 tahun ke atas, orang cenderung mulai mengalami masalah dalam mencerna makanan. Masalah yang muncul biasanya berupa konsumsi gula dan lemak yang berlebih maupun kurang mengonsumsi serat, buah, dan sayur. “Maka dari itu, sebenarnya bukan anak-anak saja yang perlu mendapat perhatian nutrisi, orang yang sudah tua juga membutuhkan perhatian dalam kualitas maupun kuantitas makanan,” papar Dr. Yaolin.

Selanjutnya, Dr. Yaolin akan memberikan workshop designing nutrition pada hari Jumat (10/11) dan Sabtu (11/11) bertempat di Ruang Seminar Gedung Albertus Lantai 2. (B.Agth)

Kategori: ,