Arsitektur Unika Rayakan Dies Natalisnya Yang ke-50 dengan Misa Syukur
Senin, 6 November 2017 | 11:35 WIB

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-50 Tahun, Program Studi Arsitektur  Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata memiliki sejumlah rangkaian acara, salah satunya yakni Misa Syukur. Misa Syukur yang diselenggarakan pada Sabtu (4/11) bertempat di Kapel Igantius Unika ini dipimpin oleh Selebran utama yakni Mgr. Robertus Rubyatmoko Pr yang merupakan Uskup Keuskupan Agung Semarang dan didampingi 2 Romo Konselebran yakni Romo Aloysius Budi Purnomo Pr selaku Kepala Reksa Pastoral Campus Ministry Unika dan Romo Yudho Widianto Pr yang merupakan Romo Pendamping Komisi Kerasulan Mahasiswa (Kokerma) Kevikepan Semarang.

Dalam Homilinya , Mgr. Ruby, begitu sapaan akrabya, mengajak segenap Arsitektur Unika untuk menjadikan momen ulang tahun ke-50 tahun ini untuk menjawab tantangan arsitektur dalam perkembangan zaman yang semakin maju.

“Kita bersyukur untuk pesta emas 50 tahun program studi Arsitektur Unika, dengan usia 50 tahun ini saya harap arsitektur unika mulai berpikir ke depan mengenai desain-desain arsitek yang menjadi kebutuhan masyarakat sesuai perkembangan zaman” ujar Mgr. Ruby.

Lebih lanjut Mgr. Ruby menjelaskan desain-desain Arsitektur Unika yang menjadi tantangan zaman yang mulai harus dipikirkan dan diwujudnyatakan adalah desain Arsitektur Unika yang ramah lingkungan yang menjadi kebutuhan masyarakat luas dan lingkungan saat ini.

“Hal ini menjadi penting karena kehadiran Aristektur Unika dalam masyarakat itu kan ingin menjawab kebutuhan masyarakat, kebutuhan lingkungan dan kepentingan umat manusia. Kita harus berpikir ke depan tentang desain Arsitektur Unika yang peduli lingkungan, kalau kita lihat perubahan zaman itu cepat sekali, termasuk juga perubahan suasana lingkugan. Lingkungan yang semula terasa dingin sekarang terasa menjadi panas, maka mulai sekarang kita harus memikirkan untuk kedepannya mau seperti apa desain arsitekturnya yang peduli lingkungan” tambah Mgr, Ruby.

Menurut Mgr. Ruby sendiri desain Arsitektur Unika yang peduli dan ramah lingkungan ini menjadi penting agar bisa menjadi ciri khas yang beda yang dimiliki oleh Arsitektur Unika serta guna menjawab semboyan utama Unika yang “Talenta Pro Patria Et Humanitate”.

Sementara itu, Ir. Afriyanto Sofyan StB, MT. yang merupakan Ketua Panitia rangkaian Dies Natalis Ke-50 tahun ketika ditemui seusai misa syukur, beliau mengaku sependapat dengan apa yang disampaikan Mgr. Ruby saat homili. Menurutnya konsep ramah lingkungan yang disampaikan Mgr. Ruby merupakan prinsip utama yang dipegang teguh Arsitektur Unika yakni prinsip peduli lingkungan.

“Kita lebih mengarah pada konsep ramah lingkungan, jangan sampai suatu wilayah atau perkotaan itu mengalami kerusakan hanya karena dengan bentuk arsitekturnya karena local wisdom (Kearifan Lokal-red) harus diperhatikan, tidak mungkin dong konsep arsitektur negara lain seperti Eropa kami terapkan di Indonesia karena ada perbedaan” ungkap Sofyan.

Sebagai informasi, mungkin kita bertanya tanya mengapa usia program studi Arsitektur Unika sudah 50 tahun sedangkan usia Unika sendiri masih 35 tahun?. Program Studi Arsitektur Unika memang berdiri lebih dulu dan program studi tersebut merupakan cikal bakal berdirinya Unika Soegijapranata. Pada 1 November 1967 yang lalu program studi Arsitektur Fakultas Teknik berdiri dalam naungan Universitas Katolik Atma Jaya Cabang Semarang dan pada waktu itu dekannya adalah Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya Pr.

Kemudian pada 19 Oktober 1972 Unika Atma Jaya Cabang Semarang berubah nama menjadi Institut Teknologi Katolik Semarang (ITKS). Keberadaan Institut Teknologi Katolik Semarang bertahan dari tahun 1972 hingga tahun 1981. Dan pada tahun 1981 itu pula segenap pengurus Institut Teknologi Katolik Semarang mengajukan ijin pendirian Universitas Katolik Soegijapranata kepada Pemerintah. Hingga akhirnya pada 5 Agustus 1982 Universitas Katolik Soegijapranata resmi berdiri. (Holy)

Kategori: ,