Unika Ajak Masyarakat Hargai Keberagaman
Rabu, 25 Oktober 2017 | 7:55 WIB

TRB 24_10_2017 Unika Ajak Masyarakat Hargai Keberagaman

Dra Atiek Surniati, Kepala divisi Ketahanan Bangsa dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Provinsi Jawa Tengah memberikan motivasi mengenai kerukunan antar umat beragama agar toleransi terjaga antar pemeluk agama di Indonesia, Selasa (24/10/2017)

Acara tersebut diadakan di Kelurahan Kemijen, Semarang, Jawa Tengah dan diikuti sekitar 70 peserta dari masyarakat.

Penyuluhan dalam acara sarasehan yang diikuti berbagai pemuka agama bertemakan ‘Pemeliharaan Keharmonisan dan Kerukunan Antar Umat Beragama Serta Penghayat Kepercayaan’ bekerjasama dengan Universitas Katolik Soegijapranata.

Dra Atiek Surniati dalam pemaparanya mengatakan Indonesia yang memiliki beragam agama perlu saling toleran agar tidak terjadi perpecahan di Indonesia.

"Indonesia yang memiliki enam agama yakni Islam, Kristen, Khatolik, Hindu , Budha dan Konghucu mudah sekali tersulut perpecahan. Namun kenyataannya Indonesia dipandang sangat toleran oleh pihak negara lain. Masyakat harus mampu menjaga dengan menghormati satu sama lain.

Saya melihat saat Natal umat Agama Islam menjaga tempat beribadat agama Katolik dan Kristen dan sebaliknya saat Salat Ied dari pemeluk agama Khatolik menjaga itu bagus sangat toleran," ujar Atiek.

Ia menambahkan peran orangtua sangat besar dalam menumbuhkan kerukunan beragama.

"Kalau di rumah ibu memiliki peran vital harus mendidik anak agar tidak mudah terjerumus akan hal-hal yang memecah belah bangsa. Organisasi ISIS yang sekarang booming harus dicegah dengan memberikan pemahaman jika pemahaman ISIS salah," tambahnya.

Atiek mengungkapkan Kesbangpol pada waktu lalu menangani para penduduk Indonesia sekitar 300 orang yang sempat terhasut dengan propaganda ISIS.

"Waktu para penduduk yang terhasut oleh propaganda ISIS pulang ke Indonesia, Kami Kesbangpol berusaha untuk menyadarkannya supaya kembali ke jalan yang benar," ungkapnya.

Dalam pemyuluhan yang iikuti sekitar 50 masyarakat dari Kelurahan Kemijen, diisi lima narasumber yakni Dra. Atiek Surniati dari Kesbangpol, Romo Aloysius Budi Purnomo dari Unika Soegijapranata, Abdul Jawad , Hermawan dan dari masyarakat penggiat pluralisme Puji Sarwono

Romo Aloysius Budi Purnomo, menuturkan masyarakat harus saling bekerjasama untuk mewujudkan kedamaian di Indonesia.

"Dari berbagai suku dan agama Indonesia sangat beragam. Indonesia tanpa keberagaman bukan Indonesia. Maka sebagai masyarakat dari segala lapisan harus mampu bekerjasama dan saling menghormati sebagai alat untuk mewujudkan kedamian," tutur Aloysius.

Selain itu, Lurah Kemijen, Dwi Wiyana berharap kegiatan sarasehan antar agama dapat selenggarakan kembali.

" Kegiatan ini bagus sebagai memupuk persaudaraan harus saling menjaga satu sama lain. Semoga masyarakat mampu menjaga kedamaian di Indonesia," pungkas Dwi.

(►http://jateng.tribunnews.com)

Kategori: