Psikologi Unika Adakan Psikoedukasi Lawan Bullying dan Kekerasan
Senin, 2 Oktober 2017 | 16:46 WIB

“Social Beings : Be Understand, Do”, bagaimana kita menjadi makhluk sosial yang baik, bagaimana kita mengerti seperti apa makhluk sosial, dan bagaimana kita mewujudkan aksi nyata sebagai makhluk sosial. Itulah tema yang diangkat dalam acara Abdiku 2017 yang merupakan sebuah acara pengabdian mahasiswa baru Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang yang diadakan oleh Bidang IV Sosial Kemasyarakatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi.

Abdiku 2017 ini memiliki perbedaan konsep acara dibanding acara pengabdian Fakultas Psikologi di tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi dan pertimbangan dekanat Fakultas Psikologi, acara pengabdian yang biasanya dilakukan di desa selama dua hari satu malam dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Karena itu, Panitia Abdiku 2017 menghadirkan acara pengabdian dalam bentuk psikoedukasi tentang bullying dan kekerasan yang saat ini sedang marak terjadi, terutama di kalangan anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Psikoedukasi berarti memberikan suatu pemahaman untuk mencegah gangguan psikologis pada suatu kelompok, komunitas, atau masyarakat.

Rangkaian acara Abdiku 2017 terdiri dari pra, play, dan pasca. Pra Abdiku 2017 yang diselenggarakan pada Sabtu (9/9) yang berupa pemberian training dari Center for Trauma Recovery (CTR) dan Sunrice pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi yang menjadi peserta Abdiku 2017. Play Abdiku 2017 dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu pada Sabtu (16/9) dan Sabtu (23/9). Pada pelaksanaan play Abdiku, para mahasiswa baru memberikan psikoedukasi di delapan SD yang berada di sekitar wilayah Unika Soegijapranata Semarang. Delapan SD tersebut termasuk SDN Gajahmungkur 01, SDN Gajahmungkur 02, SDN Gajahmungkur 03, SD Bendungan, SDN 01 Sampangan, SDN Bendan Ngisor, SDN Tinjomoyo 02, dan SDN Lempongsari. Sebagai acara terakhir dari seluruh rangkaian acara Abdiku 2017 ini adalah pasca Abdiku 2017 yang merupakan acara keakraban mahasiswa Fakultas Psikologi.

“Dalam acara Abdiku ini, kami memberikan materi tentang bullying kepada anak-anak SD. Kebetulan kelompokku memberi materi untuk anak kelas 3 SD. Di sana, selain memberi materi tentang bullying, kami juga memberi sedikit materi tentang cyberbullying. Karena setelah ditanyakan, ternyata 80% dari anak-anak itu sudah menggunakan smartphone dan memiliki akun media sosial. Antara susah dan gampang sih memberi materi untuk mereka. Awalnya mereka masih kalem dan nurut. Trus pada akhirnya mereka mulai ribut. Pengalaman ini berkesan banget sih, karena ini pertama kalinya memberi materi ke anak-anak kelas 3 SD dengan materi yang sebenarnya agak sulit untuk dijelaskan kepada mereka yang masih polos. Tapi, acara Abdiku ini memang benar-benar bagus, karena kami sebagai mahasiswa baru bisa belajar sifat anak-anak secara langsung,” ungkap Natasya yang merupakan mahasiswa baru Fakultas Psikologi yang juga menjadi peserta Abdiku 2017 ini.

“Dampaknya ke SD ini, harapannya itu perilaku bullying, korban bullying atau pelaku bullying dapat ditekan. Jadi kita benar-benar menghentikan tindakan bullying dari usia dini dan mulai belajar peduli satu sama lain. Trus kalau untuk teman-teman peserta Abdiku 2017, harapannya mereka dapat sadar bahwa kuliah di psikologi itu pentingnya seperti ini. Kita dibutuhkan oleh masyarakat untuk melakukan hal seperti ini. Banyak kasus-kasus di masyarakat, contohnya yang paling simpel seperti di anak-anak SD ini. Ternyata permasalahan psikologis itu nyata dan ada dalam masyarakat. Kita pengen membangkitkan sisi kemanusiaan mahasiswa baru angkatan 2017 ini untuk lebih peka ke orang lain dan menularkan ilmu psikologi nya kepada orang-orang di sekitar. Mereka menjadi lebih semangat untuk mencari nilai nya, karena kuliah di psikologi ternyata ada manfaatnya,” ujar Monica Noor Ristiningtyas, salah satu Sie Acara Abdiku 2017. (SF)

Kategori: ,