Outbond, Membangun Kerjasama dan Semangat Pengorbanan – Kaderisasi CM #6
Senin, 9 Oktober 2017 | 8:40 WIB

Investor Daily 8_10_2017 Outbond, Membangun Kerjasama dan Semangat Pengorbanan

BANDUNGAN– Pada hari Sabtu (07/10/2017), sesudah sarapan para peserta kaderisasi OMK Campus Ministry melakukan latihan kepemimpinan untuk membangun kerjasama dan semangat pengorbanan. Pada sesi ini, sebagai panitia Vio, Ratih dan Cicil bekerjasama dengan para senior yakni Yuliana, Yolaha, Ratna, Dion, Nico, dan Nugi.

Konsentrasi seven-up

Untuk melatih konsentrasi, peserta diminta membuat lingkaran dan melakukan permainan "seven up". Peserta mulai berhitung secara berurutan dari angka 1 hingga 7. Ketika peserta menyebutkan angka 1 yang bersangkutan menepuk pundaknya sendiri dengan tangannya. Saat tangannya menepuk pundak kiri maka peserta di sebelah kirinya harus melanjutkan menyebutkan angka 2 dan seterusnya. Demikian juga bila yang ditepuk adalah pundak kanan, maka arah berbalik ke kanan secara berurutan.

Sementara itu, peserta yang mendapat giliran menyebut angka 7, hitungan angka 7 harus diganti "up". Peserta yang berkata "up" harus menunjuk ke arah kiri atau kanan dengan tangannya di atas kepalanya dengan arah yang jelas dan bisa dilihat peserta lain. Peserta yang salah atau lambat memberi reaksi mendapat hadiah olesan bedak di wajahnya.

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Semua panitia memegang kartu penanda mengawal kelompok yang akan menyebar ke dalam 7 pos yang tersebar di area Wisma Buona Ventura. Kelompok tidak boleh mengunjungi pos yang sama di saat bersamaan. Di pos itulah tiap kelompok harus secepatnya memecahkan permasalahan yang disodorkan untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Kelompok diberi kebebasan bila tak bisa memecahkan persoalan pada satu pos, bisa pindah ke pos berikut yang kosong.

Begitulah mereka dengan suasana gembira penuh semangat dengan yel-yel masing-masing kelompok melakukan yang terbaik dalam mengambil keputusan dan memecahkan setiap persoalan yang disodorkan.

Outbond kerjasama mengasah jiwa pengorbanan. Pemilik hak cipta (sumber: Dok pribadi)

Dalam dinamika itu, mereka diajak untuk belajar mengolah, mengatur dan mengambil keputusan dengan menjunjung tinggi rasa hormat dan respek pada keselamatan jiwa dan kemanusiaan.

Mereka tidak boleh bersikap gegabah dan harus menjunjung tinggi kebersamaan dan kerjasama. Mereka saling menguatkan bila terjadi kekeliruan, kesalahan bahkan kegagalan. Seluruh dinamika ini dijalankan sesudah sarapan hingga pukul 16.30 WIB, diselingi makan siang bersama.

Contoh pengalaman

Seorang peserta, bernama Rei, mengatakan, "Dari sesi ini saya belajar tentang kebersamaan dalam keluarga Campus Ministry, saling membangun kepercayaan dan bekerjasama dalam sebuah tim."

Rei menambahkan, "Setiap permasalahan harus diselesaikan secara bertahap dengan membuat skala prioritas dalam setiap pilihan. Kita menghadapi masalah tidak dengan emosi tetapi dengan hati jernih dan pikiran terbuka."

Sementara itu, peserta lain, Kirana, mengatakan, dengan pelatihan itu, ia belajar saling mendengarkan, rela berkorban dan menghayati totalitas. "Saat mata saya ditutup dan saya harus mendengarkan bimbingan teman demi mencapai tujuan dengan selamat. Saya harus pasrah pada bimbingan sesama demi kebaikan," jelasnya. (bersambung #7)

(►http://id.beritasatu.com)

Kategori: