Melaju di Atas 60 Km/Jam Jangan Andalkan Rem Belakang
Kamis, 19 Oktober 2017 | 13:13 WIB

SM 19_10_2017 melaju di atas 60 km-jam jangan andalkan rem belakang Road Safety and Financial Literacy Session

AXA Mandiri, AXA, dan Unika Soegijapranata menghadirkan instruktur Federation Internationale de Motorcyclisme, Dyan Dilato dan Chief Corporate Affairs Officer AXA Indonesia Benny Waworuntu di Ruang Teater Thomas Aquinas lantai 3, kampus Unika Soegijapranata, Rabu (18/10)siang.

Keduanya dihadirkan untuk menjadi panbicara Road Safety and Financial Literacy Session.

Saat menyambut peserta yang didominasi mahasiswa dan karyawan Unika Soegijapranata, Wakil Rator IV Benediktus Danang Setianto mengatakan, edukasi untuk mengantisipasi kecelakaan dini dipertukan untuk meningkatkan budaya keselamatan.

Jika melihat kondisi jalanan di Indonesia, Beni, sapaan akrab IV Benediktus Danang Setianto, selalu mengelus dada karena untuk mengendalikan diri saja sulit apalagi mengendalikan kendaraannya. Kesalahan yang dilakukan para pengendara pun lebih sering dibanggakan. Apalagi, tidek sedikit orang tua yang justeru bangga ketika anaknya  yang baru kelas empat sudah bisa mengendarai sepeda motor.

"Kegiatan ini setidaknya bisa mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, dan sebisa numgkin tidak celaka ketika berkendara”, kata Beni.

Literasi Keuangan
Wakil Rektor III, Victoria Kristina menambahkan, mobilitas mahasiswa dalam berkendara sangat tinggi. Dengan demikian, membutuhkan ilmu baru mengenai Kampanye Keselamatan Berkendara. Sebanyak 200 mahasiswa mengikuti kegiatan itu. Mereka juga diberi pembekalan tenting literasi keuangan.

“Kebetulan ini juga memperingati Hari Asuransi Nasional dan bulan inklusi keuangan yang digagas OJK. Dengan literasi keuangan, mahasiswa juga dapat rnengetahui pengelolaan keuangan yang tepat sehingga bisa bermanfaat untuk masa depan mereka,” harapnya.

Saat memaparkan tentang pengetahuan berkendara yang aman. Dyan Dilato menegaskan, jika mengendarai motor membutuhkan skill dan ketangguhan para pengendaranya, safely dan orang yang memang smart. Apa pun  itu sepeda motorrnya, baik matik, kopling maupun manual.

Dengan demikian, tidak akan meluukai diri sendiri dan meminimalisasi risiko.

Dyan mencontohkan selama ini para pengendara selalu salah dalam penggunaan rem. Ketika berjalan dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam, rem belakang tidak boleh dipakai sama sekali. Karena akan membahayakan sang pengendara itu sendiri.

Terpisah, Chief Corporate Affairs Officer AXA Indonesia, Benny Waworuntu mengatakan, AXA sebagai perusahaan asuransi asal Perancis memiliki konsen pada dunia pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Dipilihnya kegiatan itu, karena pihaknya melihat angka kecelakaan yang didapat dari Korlantas Polri terus meningkat. "Sepanjang 2014 ada 95.906 kasus, 2015 naik rnenjadi 98.970 dan pada 2016 naik lagi menjadi 105.374 kasus. Kami ingin menjadi mitra pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi risiko dan mewujudkan Zero Accident berkurang 50 persen pada 2020,” katanya.

(►Suara Merdeka 19 Oktober 2017)

Kategori: