Makna Makan Malam Semeja Beralaskan Daun Pisang – Kaderisasi CM #3
Senin, 9 Oktober 2017 | 8:07 WIB

Investor Daily 8_10_2017 Makna Makan Malam Semeja Beralaskan Daun Pisang

BANDUNGAN– Ada cara menarik saat makan malam dalam rangkaian Kaderisasi Pengurus OMK Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang yang dilaksanakan di Wisma Buona Ventura Bandungan, Jumat (05/10/2017). Pada saat kami semua menikmati makan malam, kami makan semeja beralaskan daun pisang. Sr. Elsa dan Kak Vio menata menu makanan di atasnya satu per satu dengan senyum dan ramah.

Tiga daun pisang utuh dengan pelepahnya dibersihkan dengan posisi bagian "punggung" di atas. Diletakkan di atas meja yang disusun memanjang. Dan di atas daun pisang itulah, kami tata makanan berupa nasi putih, bakmi goreng, oseng tempe kering, sebutir telur dan krupuk.

Kami tata sedemikian rupa hingga para peserta kaderisasi dapat duduk berjajar saling berhadapan. Sementara saya duduk di paling ujung bisa memandang semua peserta sambil turut makan ala mereka.

Mengasyikkan loh, makan bersama satu meja pada satu alas yang sama bukan dengan menggunakan piring melainkan daun pisang memanjang (bukan sebagai pincuk). Kami makan tanpa menggunakan sendok dan garpu agar daun pisang tidak rusak. Kami saling mengobrol sambil makan.

Itulah makna dan sisi positif makan dengan cara itu. Makna positif lainnya, kami tak perlu mencuci piring sebab begitu selesai makan, daun pisang langsung bisa ditempatkan di kotak sampah organik non-plastik non-stereofom non-kardus. Masih ada makna positif lain yakni, kami bisa saling membantu agar tak satu pun butir nasi tersisa tercecer di atas daun pisang itu. Kami harus menghabiskan makanan tak boleh tersisa satu butir nasi pun.

Akhirnya, makna positif penting dengan cara makan seperti itu adalah bahwa kami bisa akrab bersaudara sebagai satu keluarga. Kalau ada ungkapan "sepiring berdua karena cinta" begitulah kami "semeja sedaun pisang karena kasih persaudaraan pengurus OMK Campus Ministry". Itu juga makna terpenting dari cara makan kami seperti itu.

Saya pun lantas membayangkan, mungkinkah keluarga-keluarga melakukan hal yang sama. Sekali-kali makan semeja dengan alas daun pisang seperti itu, oh, syukur rutin seminggu sekali, atau bahkan sehari sekali. Asyik loh! (bersambung #4)

(►http://id.beritasatu.com)

Kategori: